Wednesday, 20 Rajab 1440 / 27 March 2019

Wednesday, 20 Rajab 1440 / 27 March 2019

Survei Politicawave: Jokowi-Ma'ruf Unggul di Medsos

Kamis 13 Dec 2018 22:39 WIB

Rep: Ali Mansur/ Red: Andri Saubani

Joko Widodo dan KH Ma'ruf Amin

Joko Widodo dan KH Ma'ruf Amin

Foto: Republika/Mahmud Muhyidin
Jumlah percakapan di medsos dimenangkan Jokowi-Ma'ruf sebesar 63,6 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Politicawave merilis hasil survei terbarunya terkait Pilpres 2019. Hasilnya, di media sosial (medsos) pasangan nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma'ruf Amin masih unggul dari pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Hal ini disampaikan oleh Head of Analyst PoliticaWave, Nadia Shabilla.

Nadia menjelaskan, selama periode 6 – 13 Desember 2018 terdapat 1.162.192 percakapan di media sosial terkait pasangan Jokowi-Ma’ruf dan Prabowo-Sandiaga. "Jumlah percakapan dimenangkan oleh pasangan Joko Widodo-Ma’ruf sebesar 739.206 atau 63,6 persen percakapan, sementara Prabowo-Sandiaga meraih jumlah percakapan sebesar 422.986 atau 36,4 persen," ungkap Nadia saat dikonfirmasi, Kamis (13/12).

Nadia mengatakan, pihaknya melakukan analisis sentimen terhadap percakapan dari pengguna medsos. Kemudian hasil dari analisis sentimen itu, Joko Widodo-Ma’ruf meraih persentase percakapan positif sebesar 46 persen, percakapan negatif sebesar 28 persen dan percakapan netral sebesar 26 persen.

"Sedangkan Prabowo-Sandiaga meraih persentase percakapan positif sebesar 33 persen, percakapan negatif sebesar 12 persen dan percakapan netral sebesar 55 persen," tambahnya.

Maka dengan demikian, lanjut Nadia, dari analisis sentimen, dapat dilihat perbedaan strategi komunikasi antara kedua pasangan. Para pendukung Jokowi-Ma’ruf di medsos lebih gencar dalam memgkomunikasikan isu positif dan tidak terlalu mengkomunikasikan isu negatif terkait pasangan Prabowo-Sandi.

Hal ini, kata Nadia, berbalik dengan para pendukung Prabowo-Sandi. "Mereka lebih banyak mengkomunikasikan isu negatif pasangan Jokowi-Ma’ruf daripada mengkomunikasikan isu positif dari pasangan Prabowo-Sandi," ucapnya.

Selanjutnya,  periode 6-13 Desember 2018, terdapat peristiwa menarik yang memicu sentimen positif publik terhadap pasangan Jokowi-Ma’ruf. Salah satunya yaitu momen kebersamaan Joko Widodo dengan keluarga di Istana Bogor yang diramaikan oleh tagar #JokowiKeluargaHarmonis.

Sementara percakapan negatif terkait Jokowi-Ma’ruf salah satunya dipicu oleh momen Hari HAM Sedunia. Karena terdapat sejumlah kritik dari berbagai kalangan terkait penanganan hukum oleh pemerintahan Jokowi menyangkut isu pelanggaran HAM.

Adapun, percakapan positif terkait pasangan Prabowo-Sandi pada periode ini di antaranya dipicu oleh adanya gerakan dukungan dari relawan Partai Emak-Emak Pendukung Prabowo-Sandi di sejumlah daerah di Indonesia. Sementara percakapan negatifnya aksi Prabowo mengecam wartawan dan media. Pernyataan Sandi terkait membangun infrastruktur tanpa utang yang memicu kritikan dari banyak pihak.

"Dalam melakukan analisis media sosial, PoliticaWave telah melakukan filter dan mengeluarkan akun-akun bot dari proses analisis. Kemudian para pemilih muda atau biasa disebut sebagai milenial mengandalkan layar smartphone dan timeline media sosialnya sebagai media informasi utama," tutupnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA