Monday, 22 Ramadhan 1440 / 27 May 2019

Monday, 22 Ramadhan 1440 / 27 May 2019

Yusril: KPU Tampaknya Cari Jalan tak Berhadapan dengan Saya

Sabtu 29 Dec 2018 10:17 WIB

Red: Ratna Puspita

Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra

Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra

Foto: Republika/Febrianto Adi Saputro
KPU mengingatkan Yusril yang menjadi pengacara OSO dalam perkara DCT DPD.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengacara sekaligus Ketua Umum DPP Partai Bulan Bintang Yusril Ihza Mahendra menyatakan keheranannya dengan sikap Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang seolah menyerang dirinya dalam sidang Bawaslu yang memeriksa laporan Oesman Sapta Odang (OSO) tentang dugaan pelanggaran administrasi pemilu, Jumat siang. Padahal, Yusril tidak hadir dalam sidang itu.

"KPU tampak mencari jalan agar tidak berhadapan dengan saya dalam sidang Bawaslu maupun pengadilan," katanya dalam keterangan persnya yang diterima di Jakarta, Sabtu (29/12).

Dalam sidang Bawaslu pada Jumat (28/12), Komisioner KPU Hasyim Asy'ari mengatakan calon legislatif tidak boleh berpraktik pengacara sesuai UU No 7/2017 tentang Pemilu dan PKPU No 20/2018. Untuk itu, Hasyim mengingatkan Yusril yang menjadi pengacara OSO dalam berperkara terkait dengan DCT DPD meskipun pakar hukum tata negara tersebut tidak hadir dalam sidang itu.

Yusril membantah UU No 7/2017 tentang Pemilu melarang calon legislatif untuk beperkara menjadi advokat. Dalam keterangannya, KPU salah memahami frasa dalam UU tersebut. Larangan berpraktek baru berlaku saat menjadi pejabat publik.

Yusril mengatakan, banyak caleg yang berasal dari kalangan advokat yang sampai saat ini tetap menjalankan profesinya tanpa pernah dipersoalkan oleh KPU. Karena itu, dia menengarai KPU nampaknya khawatir berhadapan dengan dirinya, karena berkali-kali KPU kalah di persidangan. 

Padahal, menurut Yusril, sidang pengadilan itu adalah forum resmi untuk menegakkan kebenaran dan keadilan. Yusril menambahkan bagi dirinya tidak masalah jika namanya akan dicoret KPU dari DCT karena terus menjalankan profesinya sebagai advokat. 

"Saya lebih memilih tetap menjadi advokat daripada menjadi caleg, agar saya bisa membela partai saya, PBB, dan membela setiap orang yang diperlakukan KPU dengan sewenang-wenang. Saya sudah pernah menjadi anggota MPR, DPR dan beberapa kali menjadi menteri. Saya tidak silau dengan jabatan. Silahkan saja kalau KPU mau diskualifikasi saya dari caleg, dan mendiskualifikasi semua advokat  yang menjadi caleg sekarang ini sambil tetap menjalankan profesi advokatnya," kata Yusril.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA