Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Pemerintah akan Relokasi Hunian Warga Korban Tsunami

Rabu 02 Jan 2019 13:55 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Muhammad Hafil

Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kerja ke lokasi bencana tsunami di Lampung, Rabu (2/1).

Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kerja ke lokasi bencana tsunami di Lampung, Rabu (2/1).

Foto: Republika/Mursalin Yasland
Di Lampung, Jokowi mendapatkan penjelasan sebaran dampak tsunami.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan rencana pemerintah untuk merelokasi hunian warga yang terkena dampak bencana tsunami Selat Sunda di Lampung. Hal ini disampaikannya saat meninjau bangunan yang terdampak tsunami di Desa Way Muli, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan.

"Jadi langsung akan dibangun rumah tapi di kira-kira 400 meter dari sini. Ada tanah dua hektare, direlokasi karena memang lokasinya di sini memang sangat rawan tsunami,” kata Jokowi dikutip dari siaran resmi Istana, Rabu (2/1).

Presiden mengatakan, para warga terdampak tsunami meminta agar rumahnya segera dibangun. Karena itu, pemerintah akan segera membangun rumah hunian di lokasi relokasi bagi para warga.

“Kita akan masuk ke situ, ke tahap rekonstruksi dan pembangunan. Tidak ada hunian sementara," kata dia.

Lebih lanjut, Jokowi menegaskan telah memerintahkan jajarannya untuk melakukan penanganan pascabencana tsunami dengan baik.

“Saya sudah sampaikan ke bupati Lampung Selatan, gubernur (Lampung), menteri PU, dan ke BNPB agar segera dilakukan penanganan, terutama setelah evakuasi selesai,” ujar Jokowi.

Sebelumnya, Jokowi juga telah mengunjungi Desa Kunjir, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan. Di sana, ia memperoleh penjelasan sebaran dampak tsunami di Lampung Selatan dari Plt Bupati Lampung Selatan.

Ia juga melihat bangunan yang terdampak tsunami dan menyempatkan berdialog dengan warga yang terkena dampak bencana.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA