Monday, 18 Rajab 1440 / 25 March 2019

Monday, 18 Rajab 1440 / 25 March 2019

Pose Salam Satu Jari Ridwan Kamil, Ini Kata Bawaslu Jabar

Jumat 11 Jan 2019 19:09 WIB

Rep: Flori Sidebang, Arie Lukihardianti/ Red: Andri Saubani

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Foto: Antara/Dedhez Anggara
Kepala daerah yang akan berkampanye pada hari kerja wajib mengajukan cuti.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Badan Pengawas Pemilu Jawa Barat (Bawaslu Jabar) Abdullah Dahlan menanggapi pose salam satu jari yang dilakukan oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil beberapa waktu lalu. Abdullah mengatakan, pihaknya masih melakukan koordinasi dengan Bawaslu RI dan Bawaslu Kota Bandung untuk mendalami apakah dalam kasus tersebut ada pelanggaran kampanye atau tidak.

"Jadi Bawaslu Jabar belum bisa melakukan upaya tertentu," ujarnya saat dihubungi Republika, Jumat (11/1).

Ia menambahkan, jika kepala daerah mau melakukan kampanye terhadap salah satu paslon capres dan cawapres ada aturan tertentu yang harus dipatuhi dan tertuang dalam ketentuan UU Pasal 303 ayat satu. Ia pun menegaskan, jika seorang kepala daerah akan melakukan kampanye di hari kerja terhadap salah satu paslon, maka wajib mengajukan cuti, satu hari sebelum melakukan kegiatan itu.

"Kita mau melihat, kalau aktivitasnya itu di hari kerja, maka akan dicek ada izin cuti atau tidak," imbuhnya.

Namun, Abdullah juga tetap menuturkan, agar setiap kepala daerah wajib bersikap netral di hadapan masyarakat saat melaksanakan aktivitas kedinasaan atau tidak. Baik saat hari kerja maupun hari libur.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil alias Emil, dilaporkan Koordinator Pelaporan Bela Islam (Korlabi) ke Badan Pengawas Pemilu atau Bawaslu RI, Rabu, 9 Januari 2018. Selain Ridwan Kamil, Korlabi juga melaporkan Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri serta seluruh kepala daerah di Provinsi Riau.

Pelapor dari Korlabi, menilai pihak-pihak yang dilaporkannya itu terindikasi melanggar Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu karena para kepala daerah itu mengacungkan tangan sehingga menguntungkan salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden di pilpres 2019.

Emil dan Hanif menghadiri acara Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang bertajuk 'Festival Satukan Indonesia' di GOR Padjajaran, Bandung, pada 2 Desember 2018. Dalam festival itu, Emil dan Hanif terekam kamera sedang mengacungkan satu jari yang dianggap sebagai simbol dukungan untuk pasangan calon Joko Widodo atau Jokowi dan Ma'ruf Amin.

Ridwan Kamil menjelaskan, dirinya hadir di acara kampanye pada hari Ahad tanggal 2 Desember 2018. "Saya tanya, ada enggak pelanggaran hukum? Enggak ada, aturannya jelas," ujar Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil kepada wartawan, Kamis (10/1).

Menurut Emil, kampanye di akhir pekan bukan pelanggaran pidana pemilu. Oleh karena itu, ia menilai aneh jika kepala daerah berkampanye saat akhir pekan dianggap melanggar.

Emil menjelaskan, pejabat itu ada dua kalau mau kampanye. Yakni, cuti di hari kerja atau melaksanakan kegiatan di akhir pekan.

"Kegiatan saya kan di hari Ahad, itu saja," ucapnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA