Senin, 13 Jumadil Akhir 1440 / 18 Februari 2019

Senin, 13 Jumadil Akhir 1440 / 18 Februari 2019

Pengamat Prediksi Debat Capres akan Berat

Kamis 17 Jan 2019 13:53 WIB

Red: Indira Rezkisari

Petugas keamanan melintas di dekat spanduk yang dipersiapkan untuk debat pertama capres-cawapres Pilpres 2019 di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu (16/1/2019).

Petugas keamanan melintas di dekat spanduk yang dipersiapkan untuk debat pertama capres-cawapres Pilpres 2019 di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu (16/1/2019).

Foto: Antara/Sigid Kurniawan
Kedua kubu diduga mungkin menggunakan isu masa lalu masa kini untuk menyerang lawan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat politik dari Indonesian Public Institute (IPI) Jerry Massie, memprediksi, debat capres-cawapres putaran pertama akan cukup berat. Sebab kedua pasangan calon akan menggunakan isu masa lalu dan saat ini.

"Kedua capres bakal menggunakan isu past (masa lalu), present (saat ini) untuk menyerang lawan," kata Jerry melalui pesan singkat yang diterima di Jakarta, Kamis (17/1).

Ia memprediksi, kubu pejawat akan mempertanyakan pemecatan Prabowo. Serta dugaan keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis pascareformasi 1998.

"Selain itu ada tiga isu besar HAM. Yakni pelanggaran HAM berat masa lalu serta pertanahan dan sumber daya alam," kata Jerry.

Sementara itu dari kubu Prabowo diprediksi Jerry akan mempertanyakan kasus-kasus korupsi termasuk mega korupsi Bank Century yang merugikan negara sebanyak Rp 7,8 triliun, serta kasus Meikarta. "Saya yakin ada para mafia raksasa yang ikut terlibat dalam skandal ini," ujar Jerry mengacu pada kasus-kasus korupsi tersebut.

Selain itu Jerry mengatakan, kasus BLBI, korupsi suap reklamasi di Jakarta Utara senilai Rp 2 miliar, dan pembelian lahan RS Sumber Waras Rp 191 miliar, juga diprediksi akan kembali diangkat. Kasus-kasus tersebut dikatakan Jerry akan dipolitisasi dan dipolarisasi oleh lawan politik, sehingga pejawat harus berhati-hati ketika memberikan sudut pandangnya.

Kendati demikian Jerry mencatat dibawah pemerintahan Presiden Joko Widodo, KPK sudah menyelamatkan Rp 1,5 triliun uang negara, 8.290 orang sudah dijadikan tersangka pungli, dan 5.070 OTT KPK dilakukan dengan total uang yang diamankan mencapai Rp 320 miliar.

"Jadi Jokowi bisa dibilang sukses dalam penanganan korupsi. Ini bisa dibilang pencapaian yang baik," pungkas Jerry.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES