Minggu, 21 Safar 1441 / 20 Oktober 2019

Minggu, 21 Safar 1441 / 20 Oktober 2019

Sudirman Said Menyayangkan Sekaligus Hargai Sikap Prabowo

Jumat 18 Jan 2019 08:56 WIB

Red: Ratna Puspita

Pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto (kiri) dan Sandiaga Uno menjawab pertanyaan saat Debat Pertama Capres & Cawapres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1/2019).

Pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto (kiri) dan Sandiaga Uno menjawab pertanyaan saat Debat Pertama Capres & Cawapres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1/2019).

Foto: Antara/Sigid Kurniawan
Prabowo terlalu santun dan menjaga perasaan kompetitornya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Materi dan Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Sudirman Said, mengaku menyayangkan sekaligus menghargai penampilan Prabowo Subianto dalam debat perdana, Kamis (17/1) malam. Penampilan Prabowo terlalu santun dalam debat.

"Terkait evaluasi, saya menghargai, tapi juga menyayangkan, Pak Prabowo terlalu santun, sangat menjaga perasaan kompetitornya," kata Sudirman Said seusai debat capres-cawapres di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis malam. 

Sudirman mencontohkan, dalam membicarakan penegak hukum yang berafiliasi dengan partai politik, Prabowo tidak gamblang mencontohkan posisi Jaksa Agung yang merupakan orang partai. Menurut dia, fakta itu sangat gamblang untuk bisa diutarakan Prabowo.

Namun, ia kembali menyatakan, Prabowo sangat menjaga perasaan kompetitornya. "Padahal, Jaksa Agung orang partai itu masalah besar. Di banyak daerah sampai harus pindah partai supaya tidak dikejar masalah hukumnya," ujar Sudirman. 

Kendati demikian, Sudirman mengatakan, BPN menghargai kesantunan yang ditunjukkan Prabowo. BPN juga tidak akan mengubah gaya debat Prabowo-Sandiaga. 

Debat capres pertama selesai digelar di Hotel Bidakara, Jakarta. Pilpres 2019 diikuti dua pasangan calon, nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf dan nomor urut 02 Prabowo-Sandi.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA