Senin, 22 Safar 1441 / 21 Oktober 2019

Senin, 22 Safar 1441 / 21 Oktober 2019

Debat Pilpres 2019

Maruf: Teroris Akar Kejahatan; Prabowo Setuju Deradikalisasi

Jumat 18 Jan 2019 20:01 WIB

Red: Karta Raharja Ucu

Capres Nomor urut 01 Joko Widodo bersalaman dengan Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto usai debat pertama pasangan calon presiden dan wakil presiden pemilu 2019 di Jakarta, Kamis (17/1).

Capres Nomor urut 01 Joko Widodo bersalaman dengan Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto usai debat pertama pasangan calon presiden dan wakil presiden pemilu 2019 di Jakarta, Kamis (17/1).

Foto: Republika/Prayogi
Paslon Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandi adu argumen soal terorisme dan korupsi.

REPUBLIKA.CO.ID, Debat perdana capres-cawapres di sesi kedua membahas hak asasi manusia. Pertanyaan terkait disabilitas diterima paslon Jokowi-Kiai Ma'ruf.

Ira Koesno: Kini kita akan langsung masuk ke sesi kedua, masih dengan tema hak asasi manusia. Kini giliran paslon 01.

Kelompok penyandang disabilitas masih sering mengalami diskriminasi terkait masalah kesejahteraan fasilitas publik serta hak-hak politik bagaimana Anda memahami isu disabilitas, dan apa program Anda untuk memastikan pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas. Waktunya dua menit dimulai dari kata pertama. Silakan.

Jokowi: Setelah keluar Undang-Undang mengenai penyandang disabilitas di tahun 2016. Saya melihat bahwa paradigma terhadap kaum disabilitas di sini sudah berubah, yang sebelumnya adalah bantuan sosial adalah kedermawanan, yang harus kita berikan kepada mereka, tetapi yang sekarang dengan undang-undang yang baru.

Kita melihat paradigmanya adalah pemenuhan hak-hak pemerintah, kita sudah memberikan fasilitas-fasilitas saat ini pas untuk pangan hal itu baik. Hak untuk pekerjaan untuk perumahan untuk fasilitas umum yang ramah terhadap disabilitas, meskipun juga baru beberapa kota, tetapi sudah kita mulai.

Kemudian juga yang berkaitan dengan kesetaraan bisa saya berikan contoh di dalam event Asian paragames. Ini event disabilitas terbesar di Asia. Kita juga memberi bonus yang sama dengan atlet yang berlaga di Asian Games.

Contoh misalnya, yang mendapatkan emas dapat 1,5 miliar (rupiah), yang dapat perak bisa kita break dan bonus 500 juta. Yang dapat perunggu kita berikan bonus 250 juta sama seperti atlet-atlet yang berlaga di Asian Games. Artinya bahwa setaraan itu betul-betul kita berikan kepada kaum disabilitas yang mulai sekarang ini kita terus perhatikan mereka.

photo
Pasangan Capres dan Cawapres nomor urut 01 Joko Widodo dan KH. Ma'ruf Amin saat debat pertama pasangan calon presiden dan wakil presiden pemilu 2019 di Jakarta, Kamis (17/1).

Ira Koesno: Waktunya habis Pak Jokowi, silakan paslon 02 menanggapi jawaban
paslon 01, waktunya satu menit. Silakan. Siapa yang akan menjawab dimulai dari perkataan pertama.

Sandiaga Uno: Lukman Dewantara seorang teman Babel (Bangka Belitung) yang akan ditemui adalah inspirasi Prabowo-Sandi, beliau bukan mencari lapangan kerja tapi menciptakan lapangan kerja, beliau menjadi mentor bisnis online dan ratusan murid kesetaraan tadi bukan hanya kesetaraan akses infrastruktur atau akses terhadap pendidikan dan kesehatan, tapi juga akses untuk bisa maju mendapat peluang untuk membuka lapangan pekerjaan. Prabowo-Sandi berkomitmen kita akan memastikan putra-putri terbaik bangsa yang difabel hidup untuk memenuhi potensinya.

Mereka bukan menjadi beban sama sekali, mereka tidak butuh belah kasihan, mereka butuhkan kesetaraan memastikan agar mereka bisa mendapat menghasilkan peluang lapangan pekerjaan, peluang untuk hidup yang lebih baik, dan peluang untuk menjadikan keluarga mereka, menjadi keluarga yang sejahtera. Terima kasih.

Ira Koesno: Para paslon para paslon terus, saya ingatkan yang diberi tanggap adalah dari paslon lainnya, saya lanjut pada paslon 01 tolong ditanggapi yang dikatakan oleh paslon 02 waktunya adalah satu menit dari sekarang. Silakan pak.

Joko Widodo: Ya saya kira contoh-contoh seperti yang disampaikan Pak Sandi banyak sekali tidak hanya di satu bidang, tapi banyak bidang kaum disabilitas betul-betul sekarang ini bisa setara. Artinya kita sangat menghargai semua prestasi yang telah mereka kerjakan dan juga hasil-hasil karya yang telah mereka kerjakan saya kira tadi Pak. Apa yang disampaikan Pak Sandi mirip-mirip yang sudah saya sampaikan tadi ini. Cukup.

Ira Koesno: Waktunya masih ada mau dimanfaatkan paslon 01?

Maruf Amin: Iya, saya kira yang penting membangun budaya masyarakat untuk memberikan penghormatan dan kepada kelompok disabilitas menyamakan perlakuannya baik disabilitas maupun non-disabilitas, nabi sendiri pernah ditegur oleh Allah ketika...

Ira Koesno: Waktunya habis Pak Ma'ruf. Kita boleh tepuk tangan. Ini selesai.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA