Monday, 22 Safar 1441 / 21 October 2019

Monday, 22 Safar 1441 / 21 October 2019

Survei: Ada Split Pemilih PKS Pilih Jokowi-Maruf

Kamis 24 Jan 2019 04:40 WIB

Red: Didi Purwadi

Capres-Cawapres 2019.

Capres-Cawapres 2019.

Foto: Dok Republika.co.id
Pemilih Gerindra yang paling solid milih Prabowo-Sandi dengan persentase 81,5 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Hasil survei Indikator Politik Indonesia menunjukkan pemilih partai politik pengusung pasangan calon nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, tidak seluruhnya memilih pasangan tersebut. Salah satunya pemilih PKS (Partai Keadilan Sejahtera) yang disebutnya ada yang memilih pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

''Basis massa PKS dan PAN terbelah ke kubu Jokowi-Ma'ruf. Sekitar 21-26 persen memilih nomor urut 01,'' kata Peneliti Senior Indikator Politik Indonesia, Rizka Halida saat memaparkan hasil surveinya, di Kantor Indikator Politik Indonesia, Jakarta, Rabu (23/1).

Fenomena ini disebut sebagai split-ticket voting. Yaitu, pilihan elite partai yang tidak sejalan dengan keinginan basis massa mereka. Split Ticket Voting merupakan perilaku pemilih yang memberikan suara kepada paslon yang berbeda dari yang dicalonkan oleh parpol yang didukung.

Survei Indikator dilakukan pada 16-26 Desember 2018 dengan melibatkan 1.220 responden yang dipilih secara random (multistage random sampling). Metode survei menggunakan wawancara tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih. Margin of error survei ini plus minus 2,9 persen pada tingkat kepercayaan sebesar 95 persen (dengan asumsi simple random sampling).

BERKARYA TERBANYAK
Dari kubu partai pendukung Prabowo-Sandiaga, split-ticket voting tidak hanya terjadi pada PKS dan PAN (Partai Amanat Nasional). Rizka menyebutkan sebanyak 44,8 persen pemilih Partai Berkarya memilih Prabowo-Sandi, namun 42,1 pemilih Partai Berkarya akan memilih pasangan calon nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Selain itu, pemilih Partai Demokrat juga terbelah mendukung Prabowo-Sandi 54,1 persen. Sementara, sebanyak 40,5 persen pemilih Partai Demokrat memilih paslon nomor urut 01.

''Pada kelompok partai koalisi pendukung Prabowo-Sandi, Demokrat dan Berkarya paling banyak terbelah mendukung petahana,'' kata Rizka. ''Jumlahnya sekitar 40-42 persen.''

Pemilih Partai Gerindra menjadi yang paling solid memilih Prabowo-Sandi dengan persentase sebesar 81,5 persen. Sebesar 14,1 persen pemilih Gerindra memilih Jokowi-Maruf, sisanya tidak menjawab atau tidak tahu.

BASIS JOKOWI
Survei Indikator Politik Indonesia menunjukkan split-ticket voting juga terjadi pada partai pendukung Jokowi-Ma'ruf. Partai Hanura, PPP dan Golkar memiliki split-ticket voting tertinggi dengan rata-rata 30 persen lebih akan memilih Prabowo-Sandiaga.

''Pada kelompok partai koalisi Jokowi-Ma'ruf, basis pemilih PPP dan Hanura paling banyak terbelah kepada oposisi,'' kata Rizka.

Sementara, basis pemilih PKPI, PSI dan PDIP relatif loyal tetap mendukung Jokowi-Ma'ruf. PKPI menjadi partai paling solid dengan 100 persen pemilihnya mendukung paslon nomor urut 01.

Di posisi kedua, PSI sebanyak 91,9 persen pemilihnya memilih Jokowi-Ma'ruf. ''Sebanyak 90,1 persen basis PDIP memilih Jokowi-Ma'ruf,'' katanya. ''Sementara, 6,0 persen berpaling ke Prabowo-Sandi. Sebanyak 3,9 persen tidak menjawab.''

Partai pengusung lainnya seperti PKB, NasDem, dan Perindo mengalami split-ticket voting di kisaran angka 20 persen. Dari data tersebut, Rizka menyimpulkan 75,9 persen basis pemilih Jokowi-Ma'ruf dari 9 partai koalisinya dinyatakan loyal kepada pasangan 01. Sedangkan, pemilih yang masih split atau bisa berubah mencapai 24,1 persen.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA