Kamis, 18 Safar 1441 / 17 Oktober 2019

Kamis, 18 Safar 1441 / 17 Oktober 2019

Rais Aam PBNU: Kiai Maruf tak Boleh Gagal dalam Pilpres

Kamis 24 Jan 2019 09:16 WIB

Red: Muhammad Hafil

Calon Wakil Presiden nomor urut 01, KH Ma'ruf Amin didampingi istrinya, Wury Estu  Handayani.

Calon Wakil Presiden nomor urut 01, KH Ma'ruf Amin didampingi istrinya, Wury Estu Handayani.

Foto: Dok Istimewa
Komando dari PBNU harus diikuti semua jajaran pengurus.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftahul Akhyar mengatakan, KH Ma'ruf Amin yang kini menjadi cawapres RI, merupakan kader terbaik NU. Sehingga, tidak boleh gagal dalam Pilpres 2019.

"Beliau (Ma'ruf Amin) ini kader terbaik NU. Hasil perdana muktamar Jombang menghasilkan beliau dari pada perubahan tata cara pendirian Rais Aam," kata Miftahul seusai pertemuan tertutup puluhan kiai sepuh NU dengan cawapres RI Ma'ruf Amin di Surabaya, Rabu (23/1) malam.

Saat ditanya soal langkah bantuan yang akan diberikan PBNU untuk menyukseskan Kiai Ma'ruf selaku kader terbaik NU yang maju di pilpres, Miftahul mengatakan bahwa Pilpres 2019 merupakan hajat NU. Karena, menyangkut masa depan NU dan kader NU.

Dia menekankan untuk menunjukkan Kiai Ma'ruf kader terbaik NU, maka Kiai Ma'ruf tidak boleh gagal dalam pilpres. "Untuk menunjukkan beliau sebagai kader terbaik, tunjukkan, jangan sampai beliau gagal. Nah, itu artikan sendiri," kata Miftahul.

Yang jelas, kata dia, NU mengacu kepada sistem komando. Di mana, komando dari PBNU harus diikuti semua tataran, lapisan dan tingkatan dari jajaran pengurus besar hingga anak ranting.

"Kapan lagi kalau kita tidak mulai menghidupkan kembali sistem komando yang selama ini sudah mulai menipis. Terutama kita akan menghadapi satu abad NU, lima-enam tahun lagi kita akan usia 100 tahun dan ini momentum harus betul-betul dioptimalkan," ujar dia.

Adapun dalam kesempatan itu puluhan kiai sepuh NU Jawa Timur menyatakan dukungannya bagi Jokowi-Ma'ruf Amin dalam Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2019.
Perwakilan kiai sepuh NU, KH Anwar Iskandar mengatakan kiai Jawa Timur akan mengoptimalkan basis suara yang dimiliki, terutama melalui jaringan pondok pesantren dan alumni yang tersebar di seluruh Jawa Timur, bagi kemenangan Jokowi-Ma'ruf.

Dengan optimalisasi jaringan itu, Anwar meyakini perolehan suara Jokowi-Ma'ruf bisa mencapai minimum 70 persen di Jawa Timur. Kiai sepuh NU Jatim juga menyetujui sebuah upaya besar yang akan dilakukan PBNU untuk melakukan istighotsah dalam rangka memperingati hari lahir NU sekaligus mendoakan keselamatan bangsa dan negara.

"Kita menyetujui untuk mengusulkan ke PBNU pentingnya istighotsah besar sebelum pemilu ini, di Jakarta demi keselamatan bangsa dan negara. Dalam rangka hari lahir NU, kita kumpulkan sekian juta (kader NU) di Jakarta," ujar Anwar Iskandar.

Kiai yang hadir dalam pertemuan itu yakni pendiri pondok pesantren Lirboyo KH Anwar Manshur, pengasuh pondok pesantren Al Falah KH Zainuddin Djazuli, Pengasuh Pesantren Al Amin, KH Anwar Iskandar dan Rais Aam PBNU KH Miftahul Akhyar.

Selain itu turut hadir kiai sepuh lain yakni KH Fuad Mun'im Jazuli, KH Abdullah Kafabih, KH Ali Masyhuri, KH Idris Hamid, KH Nuruddin, KH A Muqsit Idris, KH Ja'far Yusuf dan KH Abdul Matin.

Kemudian KH Syafi'uddin Wahid, KH A Salam, KH Abd A'la, KH Mutawakkil Alallah, KH Ubaidillah Faqih, LH Ahmad Fahrur Rozi, KH Abdulhadi, KH Syamli Muqsith, KH Fuad, dan KH Ramdlan Siraj.

BACA JUGA: Cawapres Boleh tidak Hadiri Debat Capres

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA