Selasa, 14 Jumadil Akhir 1440 / 19 Februari 2019

Selasa, 14 Jumadil Akhir 1440 / 19 Februari 2019

Arti Dukungan Purnawirawan TNI ke Jokowi Menurut Pengamat

Rabu 13 Feb 2019 03:11 WIB

Red: Andri Saubani

Calon Presiden nomor Urut 01 Joko Widodo saat menyampaikan pidato saat deklarasi purnawirawan TNI-Polri di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, Ahad (10/2).

Calon Presiden nomor Urut 01 Joko Widodo saat menyampaikan pidato saat deklarasi purnawirawan TNI-Polri di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, Ahad (10/2).

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Pasangan Jokowi-Ma'ruf mendapatkan dukungan dari purnawirawan TNI/Polri.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat politik dari The Habibie Center, Bawono Kumoro berpendapat dukungan purnawirawan TNI/Polri ke pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01, Jokowi-Ma'ruf akan memperkuat persepsi publik ke pejawat itu. Meskipun, dukungan itu hanya sekian persen dari 192 juta pemilih.

"Namun, dukungan mereka bernilai penting dalam hal memperkuat persepsi publik terhadap seorang kandidat presiden," kata Bawono, di Jakarta, Selasa (12/2).

Menurut dia, bukan rahasia lagi bila sebagian besar warga Indonesia menganggap bahwa pilihan para tentara patut diikuti. "Sekian puluh tahun tentara memainkan peran penting di panggung politik nasional," tuturnya.

Khusus bagi Joko Widodo, dukungan para purnawirawan TNI/Polri pada Ahad (10/2) itu untuk menandingi citra ketegasan selama ini dijual oleh Prabowo Subianto. Dengan dukungan para purnawirawan TNI/Polri, kata dia, diharapkan citra tersebut bisa diruntuhkan atau paling tidak diimbangi.

Joko Widodo-Ma'ruf Amin, sejauh ini juga tercatat mendapatkan dukungan dari alumni Universitas Indonesia (UI) Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Kesenian Jakarta (IKJ) dan beberapa perkumpulan alumni perguruan tinggi lain. "Dukungan dari perkumpulan-perkumpulan alumni ini memang penting bagi petahana untuk mendongkrak perolehan suara di kalangan terpelajar," ujar Bawono.

Jika merujuk hasil survei lembaga-lembaga survei selama ini telah dipublikasikan seperti hasil survei terbaru Lingkaran Survei Indonesia (LSI) bulan Januari 2019 terlihat basis suara pemilih pasangan calon 01 masih didominasi kalangan berpendidikan menengah ke bawah. Dukungan diperoleh Joko Widodo-Maruf Amin di kalangan terpelajar sebesar 37,7 persen.

Jika dibandingkan kompetitornya, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tercatat memiliki tingkat keterpilihan sebesar 44,2 persen dari kalangan terpelajar. Oleh karena itu, tambah dia, pemilih kalangan berpendidikan menengah ke atas dirasakan perlu diperkokoh juga oleh pejawat.

Selain itu, dukungan perkumpulan alumni perguruan-perguruan tinggi juga bernilai strategis bagi pemerintahan periode kedua Joko Widodo nanti apabila terpilih kembali. "Kemitraan antara pemerintah dan kampus serta kalangan akademisi dalam membangun bangsa dan negara ke depan," ucap Bawono.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES