Tuesday, 12 Rajab 1440 / 19 March 2019

Tuesday, 12 Rajab 1440 / 19 March 2019

Jokowi Shalat Difoto, TKN: Kegiatan Presiden Bernilai Berita

Jumat 15 Feb 2019 16:16 WIB

Rep: Rizkyan Adiyudha, Antara/ Red: Andri Saubani

Paslon capres-cawapres Jokowi-Ma'ruf melaksanakan shalat maghrib berjamaah di Kompleks Istana Merdeka sebelum menuju lokasi debat.

Paslon capres-cawapres Jokowi-Ma'ruf melaksanakan shalat maghrib berjamaah di Kompleks Istana Merdeka sebelum menuju lokasi debat.

Foto: Republika/Sapto Andika Candra
TKN menyatakan Jokowi tidak pernah mempolitisasi shalat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Juru bicara Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin, Ace Hasan Syadzily, menegaskan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak pernah memolitisasi kegiatannya beribadah shalat. Ace pun menerangkan soal foto Jokowi saat mengerjakan ibadah shalat.

"Pak Jokowi tidak pernah memolitisasi shalat atau rumah ibadah. Tidak seperti Prabowo yang memolitisasi Shalat Jumat hari ini, sehingga dilarang Bawaslu dan takmir masjid," kata Ace Hasan dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (15/2).

Baca Juga

Terkait foto Jokowi melaksanakan ibadah shalat, menurut Ace, hal itu terjadi tanpa adanya desain khusus. Ace menekankan, soal shalat merupakan urusan pribadi masing-masing umat untuk menjalankan kewajibannya sebagai seorang Muslim.

"Kegiatan Pak Jokowi sebagai presiden pasti bernilai berita, sehingga fotografer dan reporter otomatis dan secara natural mengabadikan Pak Jokowi shalat. Tidak ada mobilisasi wartawan atau fotografer untuk mengambil gambar Pak Jokowi shalat. Kita hanya memfasilitasi wartawan atau fotografer mengabadikan gambar Pak Jokowi shalat," jelas dia.

Dia mengatakan dalam foto Jokowi shalat, shaf shalat sengaja dimundurkan untuk membuat shalat berjamaah tetap khusyuk. Terlebih kata dua, hal itu tidak melanggar tata tertib shalat.

Menurut Ace, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi tak bisa mengelak bahwa ada mobilisasi kader Gerindra untuk menghadiri ibadah shalat Jumat di masjid di Semarang. Adanya surat undangan melaksanakan Shalat Jumat, kata dia, membuktikan ada upaya politisasi jumatan di Semarang.

"Kalau bukan motif politik, untuk apa menyebar undangan untuk shalat Jumat," ujat Ace.

BPN Prabowo-Sandiaga membantah pihaknya telah membuat selebaran ajakan Shalat Jumat bersama Prabowo di Masjid Kauman, Semarang, Jumat (15/2). BPN menegaskan, Prabowo-Sandi tidak ingin mempolitisasi masjid.

"Tadi saya sudah cek ke Ketua Gerindra Jawa Tengah, Gerindra tidak membikin (selebaran itu), Badan Pemenangan Provinsi (yang terdiri dari berbagai parpol pendukung) juga tidak membikin itu, dan BPN tidak membikin. Jadi bukan kita yang bikin selebaran itu," kata Jubir BPN Andre Rosiade kepada wartawan, Kamis (14/2).

Andre menegaskan rencana Prabowo Shalat Jumat di Masjid Kauman Semarang tersebut tidak ada upaya untuk mempolitisasi masjid. Karena memang Prabowo hanya ingin menumpang shalat Jumat di sela berbagai kegiatan kampanye di Semarang. "Jadi tidak ada pidato (selesai shalat Jumat)," tegasnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA