Jumat, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Jumat, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Ditanya Apakah Sudah Maafkan CEO Bukalapak, Ini Kata Jokowi

Sabtu 16 Feb 2019 14:18 WIB

Red: Andri Saubani

Presiden Joko Widodo (kanan) menerima pendiri sekaligus CEO Bukalapak.com Achmad Zaky (kiri) di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu (16/2/2019).

Presiden Joko Widodo (kanan) menerima pendiri sekaligus CEO Bukalapak.com Achmad Zaky (kiri) di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu (16/2/2019).

Foto: Antara/Puspa Perwitasari
Jokowi hari ini mengundang CEO Bukalapak ke Istana Merdeka.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini mengundang CEO Bukalapak Achmad Zaky di Istana Merdeka, Sabtu (16/2). Undangan itu menyusul gerakan #uninstallBukalapak setelah Zaky sempat mengunggah cicitan kontroversial di Twitter.

Ketika ditanya apakah dirinya sudah memaafkan Achmad Zaky, Jokowi mengatakan tadi sudah bertemu. "Tadi sudah bertemu dan saya tidak ada perasaan apa-apa terhadap Mas Zaky, sudah tiap hari ketemu," katanya.

Jokowi meminta masyarakat menghentikan gerakan uninstall Bukalapak. Menurut dia, pemerintah dan dunia usaha ingin mendorong UMKM dari offline supaya masuk sistem online marketplace. Sehingga, semua harus juga mendorong unicorn Indonesia memiliki ruang untuk berkompetisi dengan negara negara lain.

"Kita harus bijak dalam bersikap, matang dalam bersikap dalam setiap peristiwa apa pun. Sebab itu saya ajak hari ini untuk hentikan, untuk setop uninstall Bukalapak karena ada anak-anak muda yang memiliki inovasi dan kreativitas untuk maju," katanya.

Ia menyebutkan dana pengembangan dan riset di Indonesia sudah mencapai Rp 26 triliun. "Tetapi ini harus ada sebuah kelembagaan besar agar arahnya jelas, tembakannya tepat, sehingga inovasi di negara ini bisa muncul, sekarang tersebar di kementerian dan lembaga," katanya.

Menurut dia, anggaran riset dan pengembangan sudah besar namun ke depan memang akan terus dikembangkan. Mengenai peran swasta, Jokowi mengatakan masih dalam proses pembicaraan dalam rangka pengembangan SDM dan inovasi.

"Kita harus mendorong dan mendukung yang namanya Gojek, Traveloka, Tokopedia, Bukalapak, untuk memajukan ekonomi kita semuanya kita dorong start-up ini," katanya.

Menurut dia, semua itu lepas dari pilihan politik. "Kita harus bersikap bijak dan lapang dalam bertindak," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA