Minggu, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 Desember 2019

Minggu, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 Desember 2019

Demokrat Ungkap Ada Keributan di Hotel Sultan Pascadebat

Senin 18 Feb 2019 19:45 WIB

Rep: Dian Erika Nugraheny/ Red: Andri Saubani

Capres nomor urut 01 Joko Widodo (kiri) dan Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto (kanan) mengikuti debat capres 2019 putaran kedua di Hotel Sultan, Jakarta, Ahad (17/2/2019).

Capres nomor urut 01 Joko Widodo (kiri) dan Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto (kanan) mengikuti debat capres 2019 putaran kedua di Hotel Sultan, Jakarta, Ahad (17/2/2019).

Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay
Partai Demokrat memprotes KPY yang membiarkan serangan secara personal saat debat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua DPP Partai Demokrat, Jansean Sitindaon, mengungkapkan adanya keributan di dalam venue debat kedua pilpres di Golden Ballroom, Hotel Sultan, pada Ahad (17/2) malam. Keributan itu terekam dalam video yang beredar di media sosial.

Unggahan video pertama kali dilakukan oleh Wasekjen Partai Demokrat,  Andi Arief lewat akun Twitter-nya pukul 16.20 WIB, Senin (18/2). 'Partai Demokrat tadi malam protes keras KPU yang membiarkan terjadinya serangan yang melanggar aturan' , cicitnya.

Dalam unggahan itu, dia juga menyertakan video yang menampilkan Ketua KPU Arief Budiman serta dua Komisioner KPU Wahyu Setiawan dan Hasyim Asy'ari. Ketiganya tampak melerai adu mulut antara Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Jubir BPN Prabowo-Sandiaga Uno, Direktur Program TKN Jokowi-Ma'ruf Amin, Aria Bima dan salah seorang pendukung Prabowo-Sandiaga.

Selain itu, tampak pula Ketua Bawaslu, Abhan yang ikut meredakan keributan itu. Tidak jelas apa yang terjadi di dalam venue debat.

Namun, Ketua DPP Partai Demokrat, Jansean Sitindaon, membenarkan jika ada keributan yang terjadi. Persisnya pada saat jeda iklan salah satu segmen debat.

"Kami protes keras di tempat ke KPU dan Bawaslu. Sebab capres Jokowi menyerang pada (kepada Prabowo). Sedang tata tertibnya itu kan tidak boleh," ujar Jansean ketika dikonfirmasi wartawan, Senin petang.

Dia mengaku tidak tahu mengapa tiba-tiba Luhut Pandjaitan ikut bangkit dari tempat duduk. "Karena ketika kami protes ke KPU itu dari TKN sebenarnya di sana sudah ada Aria Bima, Rizal Malarangeng, Dahnil dan lain-lain," tegasnya.

Dia melanjutkan, KPU sudah menjawab larangan menyerang pribadi. Hal itu sudah disampaikan oleh KPU kepada dua kandidat capres. "Untuk itu kami minta ditindak," tegas dia.

Ketika dikonfirmasi, Komisioner KPU, Wahyu Setiawan, mengatakan tidak ada keributan pada Ahad malam. "Yang terjadi baik-baik saja. Terus debat dilanjutkan, " ungkap Wahyu.

KPU merasa heran dengan adanya dugaan kecurangan. Sebab jalannya debat sudah berlangsung baik. Dia meminta semua pihak menyampaikan dugaan kecurangan debat capres segara resmi, lewat KPU atau Bawaslu.

"Prinsipnya KPU lah penyelenggara debat, maka kami bertanggungjawab atas keteriban debat. Apabila ada peserta debat yang  tidak tertib, maka kPU berhak untuk bertindak untuk menjaga ketertiban itu. Prinsipnya begitu. Jadi kami memang melakukan yang menjadi kewajiban kami," tegas Wahyu.

Sementara itu, anggota Bawaslu, Fritz Edward Siregar, juga tidak menyaksikan adanya keributan di dalam venue debat. Menurut dia, sejumlah orang di lokasi hanya saling mendekat untuk menenangkan suasana saja.

"Saya tidak melihat secara pasti. Yang saya tahu, semua orang saling bicara di situ. Semua orang berada di ruang itu ya sambil mengobrol saja. Soal video, kami tidak bisa menanggapi jika hanya sepotong-sepotong," tegas Fritz.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA