Friday, 15 Rajab 1440 / 22 March 2019

Friday, 15 Rajab 1440 / 22 March 2019

Y-Publica: Caleg Pendatang Baru DKI Berpeluang ke Senayan

Senin 18 Feb 2019 21:13 WIB

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Andri Saubani

Direktur Eksekutif Y Publica, Rudi Hartono saat menyampaikan hasil survei di Menteng, Jakarta Pusat, Senin (14/1).

Direktur Eksekutif Y Publica, Rudi Hartono saat menyampaikan hasil survei di Menteng, Jakarta Pusat, Senin (14/1).

Foto: Republika/Muhammad Ikhwanuddin
Caleg-caleg pendatang baru mampu mengimbangi elektabilitas pejawat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Calon-calon anggota legislatif (caleg) pejawat masih mendominasi ketiga daerah pemilihan (dapil) di DKI Jakarta. Tetapi mengacu pada hasil survei terbaru oleh lembaga Y-Publica, mereka juga harus bersaing dengan caleg-caleg pendatang baru yang mampu mengimbangi elektabilitas pejawat.

"Y-Publica melakukan survei untuk menangkap persepsi calon pemilih terhadap tingkat pengenalan, kesukaan, dan keterpilihan caleg di tiga dapil DKI Jakarta," ungkap Direktur Eksektufi Y-Publica Rudi Hartono pada peluncuran hasil survei di Jakarta, pada Senin (18/2).

Di dapil DKI Jakarta 1 (Jakarta Timur) ada nama-nama caleg petahana seperti Eko Patrio (PAN), Bambang Atmanto Wiyogo (Golkar), dan Mardani Ali Sera (PKS). Hasil survei menyebutkan, Imam Nahrawi yang sebelumnya caleg terpilih pada Pemilu 2014 dan masuk kabinet sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga bertengger pada puncak elektabilitas.

Di dapil DKI 2 (Jakarta Pusat dan Selatan) ada Hidayat Nur Wahid (PKS) yang juga memuncaki elektabilitas, Biem Benjamin (Gerindra), Erika Sotarduga (PDIP), Masinton Pasaribu (PDIP), dan Okky Asokawati (pindah dari PPP ke Nasdem). Di dapil DKI 3 (Jakarta Barat dan Utara) ada Haji Lulung (pindah dari PPP ke PAN), Charles Honoris (PDIP), Adang Daradjatun (PKS), Darmadi Durianto (PDIP), Ahmad Sahroni (Nasdem), Effendi Simbolon (PDIP), dan Saraswati Djojohadikusumo (Gerindra, pindah dari dapil Jateng IV).

Sementara itu, caleg pendatang baru di dapil DKI 1, ada nama-nama seperti Habiburakhman (Gerindra), Panda Nababan (PDIP), Rian Ernest (PSI), Chicha Koeswoyo (selebriti, PDIP), Wanda Hamidah (eks-DPRD DKI dari PAN, pindah ke Nasdem), dan Yusuf Mujenih (PKB).

Di dapil DKI 2 ada Tsamara Amany (PSI), Himmatul Aliyah (Gerindra), Puput Novel (selebriti, Golkar), Taufiqurrahman (Demokrat, DPRD DKI), dan Ahmad Iman (PKB). Di Dapil DKI 3 ada Grace Natalie (PSI) dan Andi Rukman Nurdin (Golkar), selain Yusril Ihza Mahendra yang memuncaki elektabilitas.

"Secara umum masih banyak yang belum menentukan pilihan atau tidak mengenali nama-nama caleg," kata Rudi.

Hal ini sekaligus merupakan peluang maupun tantangan bagi caleg untuk menambah elektabilitas. Rudi melihat bahwa caleg-caleg pendatang baru juga dianggap mampu bersaing dengan caleg-caleg petahana dalam tingkat pengenalan dan kesukaan. Di dapil DKI 1, ada Imam Nahrawi dan Habiburakhman yang paling dikenal. Di dapil DKI 2, ada Tsamara Amany, sedang di dapil DKI 3, ada Yusril Ihza Mahendra dan Grace Natalie.

Survei Y-Publica dilakukan pada 21-30 Januari 2019 di tiga dapil DKI. Jumlah responden masing-masing dapil sebanyak 800 orang yang mewakili setiap kecamatan. DKI 1 mencakup Jakarta Timur, DKI 2 mencakup Jakarta Pusat dan Selatan, dan DKI 3 mencakup Jakarta Barat dan Utara. Sampel dipilih secara acak bertingkat (multistage random sampling), dengan margin of error 3,5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA