Kamis, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Kamis, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Kiai Maruf: Salah Satu Tugas Ulama Perangi Hoaks

Kamis 21 Feb 2019 13:17 WIB

Rep: Rizkyan Adiyudha/ Red: Indira Rezkisari

KH Maruf Amin

KH Maruf Amin

Foto: Antara
Ulama harus menyempurnakan akhlak umat sekaligus menjaga keutuhan bangsa.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Calon wakil presiden (cawapres) Ma'ruf Amin mengunjungi Rumah Zikir dan Dakwah Darul Ahsan di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (21/2). Dalam kunjungannya Kiai Ma'ruf menegaskan tugas ulama adalah untuk memerangi hoaks.

"Sebab, hoaks merupakan sifat tercela yang dilarang oleh agama," kata Ma'ruf Amin saat memberikan tausiah.

Selain hoaks, Kiai Ma'ruf juga meminta ulama untuk tidak memaksakan kehendak dalam berdakwah. Dakwah harus mengedepankan cara-cara yang santun dan lembut seperti yang dilakukan Nabi Muhammad SAW.

"Jangan dengan cara-cara yang tidak santun. Sekarang banyak mubalig dari kalangan almakiyun, itu ahli maki-maki. Harusnya layinan (lemah lembut)," kata dia.

Kiai Ma'ruf juga menyampaikan jika tugas ulama tidaklah mudah. Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini mengatakan, seorang ulama harus menyempurnakan akhlak umat sekaligus menjaga keutuhan bangsa.

"Tugas ulama ini banyak. Ini kan orang tarekat menyempurnakan kemanusiaan menjadi insan kamil, bersih dari syirik-syirik," kata Kiai Ma'ruf.

Mantan Rais Aam Pengurus Besar Nadhlathul Ulama (PBNU) ini juga meminta pemuka agama mengetahui latar belakang dan tujuan dari sebuah ayat. Sebab, dia mengatakan, saat ini banyak ulama yang menerapkan ayat, tetapi tidak kontekstual dengan kondisi saat ini.

"Masak ayat perang mau dipakai di negara damai. Ini yang melahirkan ekstremisme, intoleran dan terorisme," tandas Ma'ruf.

Sementara itu, Habib Abdurrahim menganggap tausiah Kiai Ma'ruf bisa mencerahkan dirinya dengan jamaahnya agar berbuat bagi bangsa dan negara. Sebab, Kiai Ma'ruf sendiri mengetahui secara mendalam tentang kondisi negara dan agama.

"Jadi jangan bicara tentang republik dengan Kiai Ma'ruf. Dulu pernah jadi mantan anggota MPR, DPR, sudahlah lengkap. Jadi beliau suka senyum-senyum kalau ada yang terlalu pintar di depannya soal negara, padahal beliau pakarnya," katanya.

Kunjungan Ma'ruf ke Rumah Zikir dan Dakwah Darul Ahsan diterima langsung oleh Mursyid Rumah Zikir dan Dakwah Darul Ahsan Habib Abdurrahim Assegaf Puang Makka beserta para jemaahnya. Dalam acara ini, hadir juga sejumlah pemuka Islam.


Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA