Saturday, 26 Rabiul Awwal 1441 / 23 November 2019

Saturday, 26 Rabiul Awwal 1441 / 23 November 2019

Erdogan: Turki tak Butuh IMF

Jumat 22 Feb 2019 10:34 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Teguh Firmansyah

Recep Tayyip Erdogan

Recep Tayyip Erdogan

Foto: reuters
Erdogan menegaskan, IMF tak memiliki hak untuk mengatur Turki.

REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA -- Presiden Turki Reccep Tayyep Erdogan mengatakan, Dana Moneter Internaslonal atau International Monetary Fund ( imf ) tidak memiliki peran dalam masa depan ekonomi Turki. Ia juga menyerang partai oposisi dalam isu tersebut.

"Ketika kami berkuasa (tahun 2002), utang Turki di 23,5 miliar dolar AS," kata Erdogan saat berkampanye di Provinsi Denizli, seperti dilansir di Hurriyet Daily News, Jumat (22/2).

Baca Juga

Namun, Turki tak mau terjerat resep IMF. Erdogan menilai, ketua partai oposisi dari Republican People’s Party (CHP) Kemal Kılıçdaroğlu tidak akan berani melakukan hal itu jika ia berkuasa. Erdogan juga mengklaim Turki sudah tidak memiliki utang kepada IMF.

"Saya katakan kepada ketua IMF (pada saat itu) di Davos, 'Anda bukan perdana menteri Turki, saya perdana menterinya, Anda tidak memiliki pekerjaan untuk memerintah Turki, ambil uang Anda dan tinggalkan sisanya.' Dia dipecat (sebagai ketua IMF), saudara kalian di sini menjadi presiden, sekarang kami tidak memiliki utang kepada IMF," kata Erdogan.

Erdogan menganggap kelompok Fethullah Gullen (FETO) dan milisi Kurdi PKK membentuk strategi dan memilih kandidat aliansi oposisi dalam pemilihan lokal 31 Maret mendatang. Kandidat oposisi itu disetir dari luar.

"Empat geng untuk melawan People Alliance dikontrol dari jarak jauh oleh Qandil dan Pennsylvania," kata Erdogan.

Qandil adalah gunung di sebelah utara Irak yang menjadi markas dan tempat latihan kelompok terlarang PKK yang dianggap sebagai kelompok teroris oleh Turki, Amerika Serikat (AS), dan Uni Eropa.

Sementara itu, Pennsylvania negara bagian AS tempat tinggal pemimpin FETO Fethullah Gülen.  "Strategi pemilu dan juga daftar kandidat mereka ditentukan Pennsylvania dan ketua-ketua kelompok teror," tambah Erdogan.

Turki akan menggelar pemilihan lokal 31 Maret mendatang. Pertarungan dua koalisi besar politik Turki People’s Alliance dan Nation Alliance. People’s Alliance dibentuk Justice and Development Party (AKP) yang juga partai pimpinan Erdogan dan  Nationalist Movement Party (MHP). Sementara, Nation Alliance dibentuk CHP dan İYİ (bagus) Party.

Peoples’ Democratic Party (HDP) mengumumkan tidak akan mengirimkan perwakilan kandidat dalam pemilihan 11 provinsi. Langkah yang dianggap secara tidak langsung mendukung Nation Alliance. 

Empat geng

Menurut Erdogan yang ia maksud 'empat geng' berisi CHP, İYİ Party, HDP dan Felicity Party (SP). "Permainan politik baru untuk melawan kami sedang dilakukan, ini tentang rekayasa politik," katanya.

Erdogan mengatakan juru bicara HDP secara terbuka mengindikasi strategi mereka untuk membuat People's Alliance kalah. Perwakilan organisasi itu secara terbuka menentang AKP.  "Dia tidak pernah mengatakan 'kami tidak butuh dukungan dari teroris'," kata Erdogan.

Erdogan menambahkan Kılıçdaroğlu lebih suka bersekutu dengan teroris dan kaki-tangan politik para teroris. "Saya memanggil rakyat saya yang mendukung CHP: Apakah anda masih akan memilih orang ini? Pikirkan dua kali, Anda harus mengajarkannya pelajaran yang bagus," tambah Erdogan. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA