Sabtu, 16 Rajab 1440 / 23 Maret 2019

Sabtu, 16 Rajab 1440 / 23 Maret 2019

Dukung Jokowi, Sekjen PBB: Banyak yang Sebut Kami Berkhianat

Sabtu 23 Feb 2019 00:30 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Ketua  Umum Partai Bulan Bintang Yusril Ihza Mahendra bersama Sekjen PBB Ferry Afriansyah Noor menunjukan nomor urut sembilan belas saat acara Pengundian Nomor Urut Peserta Pemilu 2019 di Kantor KPU, Jakarta, Ahad (18/2).

Ketua Umum Partai Bulan Bintang Yusril Ihza Mahendra bersama Sekjen PBB Ferry Afriansyah Noor menunjukan nomor urut sembilan belas saat acara Pengundian Nomor Urut Peserta Pemilu 2019 di Kantor KPU, Jakarta, Ahad (18/2).

Foto: Republika/Iman Firmansyah
Afriansyah menegaskan, PBB tidak pernah mendeklarasikan dukungan untuk Prabowo.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekjen Partai Bulan Bintang (PBB) Afriansyah Ferry Noer mengatakan, banyak pihak menyebut partainya berkhianat karena mendukung Jokowi. Padahal, kata ia, PBB tidak pernah mendeklarasikan mendukung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam Pilpres 2019.

Baca Juga

"Kami belum pernah mendeklarasikan dukung Prabowo. Banyak yang mengatakan kami penghianat karena mendukung Pak Jokowi dan kiai Ma'ruf. Loh kapan kami menyatakan mendukung Prabowo," kata Afriansyah dalam acara Orasi Kebangsaan Kader Gus Dur, di Rumah Pergerakan, Gus Dur, di Jakarta, Jumat (23/2) malam.

Afriansyah mengatakan yang sebetulnya terjadi adalah PBB memang sempat melakukan penjajakan dengan kubu Prabowo-Sandiaga di awal Pilpres.

Namun setelah melalui kajian panjang, akhirnya PBB memilih mendukung Jokowi-Ma'ruf Amin.

Dia mengatakan kedua pasangan capres-cawapres adalah pasangan yang baik, namun PBB menekankan telah memilih mendukung pasangan yang terbaik yaitu Jokowi-Ma'ruf.

Menurutnya, Jokowi adalah sosok pemimpin yang mau mendengar dan menerima saran. Sebaliknya, Prabowo, kata dia, sosok yang tempramental.  "Saya sudah beberapa kali ketemu Prabowo. Waktu di forum ijtima ulama itu dia meninju-ninju meja itu betul, seperti yang sudah saya sampaikan di media," kata dia.

Dia menegaskan pemimpin yang baik harus tetap menjaga etika meskipun sedang marah, terlebih saat berada bersama para ulama. "Nabi Muhammad saja tidak pernah marah walau dihina, dilempar, harus sabar," kata dia.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA