Sunday, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 December 2019

Sunday, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 December 2019

Prabowo: Tugas Pemimpin Menghilangkan Penderitaan Rakyat

Sabtu 23 Feb 2019 14:20 WIB

Red: Andri Saubani

Calon Presiden, Prabowo Subianto

Calon Presiden, Prabowo Subianto

Foto: Republika TV/Havid Al Vizki
Hari ini, capres Prabowo Subianto berkampanye di Medan, Sumatra Utara.

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN -- Calon presiden (capres) Prabowo Subianto menegaskan sudah menjadi tugas seorang pemimpin menghilangkan penderitaan rakyat yang dipimpinnya dan lebih utama lagi harus bisa membawa kesejahteraan. Hari ini, Prabowo berkampanye di Medan, Sumatra Utara.

"Pemimpin itu harus bisa menjadi contoh bagi bawahannya. Begitu juga harus bisa mencarikan jalan keluar atas penderitaan orang yang dipimpinnya," kata Prabowo, Sabtu (23/2).

Calon presiden nomor urut 02 itu juga menyampaikan Indonesia bukan milik segelntir orang. Dan untuk itu, semua pihak harus berani memperbaiki kondisi saat ini jika ingin bangsa ini menjadi bangsa yang adil dan makmur serta mampu bersaing dengan negara lain.

Ia bersama Koalisi Indonesia Adil Makmur jauh-jauh hari juga sudah menyampaikan tekad untuk mengamankan dan menyelamatkan kekayaan bangsa ini. Sehingga kekayaan bangsa kembali ke Indonesia dan dinikmati untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

"Kami bertekad dan bersumpah bahwa akan bekerja sekeras mungkin untuk menyelamatkan kekayaan Indonesia kembali ke tangan rakyat. Saya akan bekerja untuk kalian semua," katanya yang langsung disambut antusias ribuan pendukung dan simpatisan calon presiden 02 tersebut.

Ia yakin dan percaya jika kekayaan yang selama ini hanya dikuasai segelintir orang dan banyak di bawa keluar negeri bisa dikembalikan dan dipergunakan untuk kepentingan rakyat, Indonesia akan bisa menjadi negara adil dan makmur.

"Kami sudah kumpulkan putra-putri terbaik bangsa ini dari semua bidang. Kami sudah hitung-hitung dan dari hitungan tersebut kami yakin dalam waktu singkat bisa menurunkan harga sejumlah kebutuhan pokok yang rasanya masih terlalu tinggi untuk rakyat Indonesia," ucapnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA