Monday, 15 Ramadhan 1440 / 20 May 2019

Monday, 15 Ramadhan 1440 / 20 May 2019

Megawati: Kecurangan Pemilu Jangan Dilihat Terlalu kaku

Ahad 14 Apr 2013 02:05 WIB

Rep: Ira Sasmita/ Red: Mansyur Faqih

Megawati Soekarnoputri

Megawati Soekarnoputri

Foto: Antara/Ari Bowo Sucipto

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menilai sudah saatnya sistem pemilu dibenahi. Caranya, diintegrasikan dengan peningkatan kesadaran pelaku pemilu. Karena pelaku yang membuat sistem yang ada berjalan tidak benar. 

Mega menyontohkan, aturan bagi caleg atau calon kepala daerah incumbent. Menurutnya, setengah tahun sebelum maju, yang bersangkutan tidak boleh berperan lagi sebagai seorang incumbent

"Harus meninggalkan segala sesuatu yang bersifat jabatannya," ungkap dia, di Jakarta, Sabtu (14/4).

Kemudian, lanjutnya, saat pemilu berlangsung harusnya pelanggaran atau kecurangan tidak dilihat terlalu kaku. Harus mengikuti struktur atau prosedur yang kaku. Atau menunggu hingga pelanggaran itu bersifat masif. Harusnya, kata dia, pelanggaran sekecil apa pun harus langsung ditindak oleh pengawas dan penyelenggara pemilu. 

Tak hanya itu, ia juga menyoal pengaturan dana dalam pemilu. Selama ini, Mega melihat penyelenggara pemilu belum berani menyentuh dana kampanye. Terutama menindak pelaku pemilu yang memanfaatkan fasilitas dan dana negara. Seperti dana bansos, fasilitas dinas, hingga memanfaatkan dana bantuan bagi masyarakat. 

"Aturan mainnya harus diperbaiki. Kalau memang mau penyelenggaraan pemilu kita lebih baik," ujar Megawati. 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA