Tuesday, 13 Zulqaidah 1440 / 16 July 2019

Tuesday, 13 Zulqaidah 1440 / 16 July 2019

Fadel Desak Pemerintah Fokus Tangani Kemiskinan

Kamis 25 Dec 2014 15:18 WIB

Red: Taufik Rachman

Fadel Muhammad

Fadel Muhammad

Foto: Yogi Ardhi/Republika

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA – DPR RI dalam waktu dekat akan membahas mengenai usulan Rancangan Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBNP) 2015. Anggota DPR RI Fadel Muhammad mengatakan pemerintah perlu fokus terhadap pengentasan kemiskinan.

Menurut dia, masalah kemiskinan yang dihadapi bangsa Indonesia sudah sangat barah. Ketimpangan di Indonesia sudah mencapai 0,42 persen. Padahal, berdasarkan Bank Dunia, jika koefisien gini sudah berada di angka 0,5, sudah sangat berbahaya. Maka dari itu, pemerintah selain focus pada infrastruktur dan pangan, juga harus focus terhadap pengentasan kemiskinan.

“Selain itu, saya pikir bagaimana pemerintah menangani kemiskinan karena kemiskinan yang dihadapi sudah di ambang batas,” ujar Fadel, saat dihubungi, Kamis (25/12).

Pemerintahan sebelumnya, kata Fadel gagal mengatasi kemiskinan dengan peningkatan gini rasio dari 0,3 menjadi 0,42. Menurut dia, program-program kemiskinan, baik dari sisi anggaran maupun implementasi harus segera diperbaiki. DPR, kata dia cukup kecewa dengan implementasi program pengentasan kemiskinan yang selama ini dilakukan pemerintah.

Fadel menuturkan masyarakat miskin perlu mendapatkan intervensi lebih banyak. Misalnya, di tingkat petani, pemerintah harus melakukan intervensi dengan pembagian pupuk atau bibit secara cuma-cuma. Kalaupun pemerintah memprioritaskan untuk pangan, alokasi anggaran yang ditetapkan diharapkan bisa mendukung produk dalam negeri alias zero import.

Pemerintah memprediksi akan memiliki tambahani ruang fiskal sebesar Rp 230 triliun pada 2015 dari peningkatan penerimaan pajak, pengalihan subsidi dan penurunan harga minyak. Pemerintah mengasumsikan pertumbuhan ekonomi 5,8 persen, inflasi 5 persen.

Pemerintah akan memprioritaskan untuk pembangunan infrastruktur. Selama ini alokasi anggaran untuk infrastruktur selalu lebih rendah dibandingkan alokasi subsidi BBM. “Kita akan lihat dulu, infrastruktur itu untuk apa,” kata dia.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA