Kamis, 24 Syawwal 1440 / 27 Juni 2019

Kamis, 24 Syawwal 1440 / 27 Juni 2019

Politisi Ini ke Nasdem Bukan Takut karena Konflik Golkar

Jumat 06 Mar 2015 14:26 WIB

Red: Bilal Ramadhan

 ?Ketua Majelis Hakim Mahkamah Partai Golkar Muladi (kanan), memimpin sidang Mahkamah Partai Golkar di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Rabu (11/2).    (Republika/Agung Supriyanto)

?Ketua Majelis Hakim Mahkamah Partai Golkar Muladi (kanan), memimpin sidang Mahkamah Partai Golkar di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Rabu (11/2). (Republika/Agung Supriyanto)

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM-- Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Mataram H Ahyar Abduh mengatakan pengambilan formulir pendaftaran pencalonan kepala daerah melalui Partai Nasional Demokrat (Nasdem) bukan karena takut konflik Partai Golkar akan berkepanjangan.

"Saya mengambil formulir dari Nasdem bukan karena takut atau khawatir, melainkan hal ini merupakan satu mekanisme yang harus dilaksanakan sebuah partai politik karena kita ingin bersama-sama membangun Kota Mataram melalui sebuah koalisi partai," katanya di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Jumat (6/3).

Pernyataan itu dikemukakan Ahyar untuk menepis isu yang berkembang setelah dirinya mengambil formulir pendaftaran dari Partai Nasdem. Ahyar yang merupakan calon tunggal Partai Golkar ini diisukan takut terhadap konflik Golkar yang berkepanjangan sehingga dikhawatirkan akan mengganggu proses pencalonannya dalam Pilkada Kota Mataram Desember 2015.

"Konflik Partai Golkar di tingkat pusat ini tidak mempengaruhi pencalonan paket "Aman" (Ahyar Abduh-Mohan Roliskana) dalam Pilkada Kota Mataram, karena kami sudah ada komitmen," katanya.

Ia mengatakan, ketika dia menerima formulir dari Partai Nasdem tersebut, Ahyar telah menyampaikan kepada para panitia penjaringan bahwa dia akan tetap maju bersama H Mohan Roliskana yang saat ini masih menjadi Wakil Wali Kota Mataram dengan jargon paket "Aman".

"Namun hingga saat ini saya belum mengisi formulir tersebut, dan pihak Partai Nasdem juga tidak memberikan batas waktu pengembalian formulir itu," katanya.

Ahyar yang juga menjabat sebagai Wali Kota Mataram ini memberikan apresiasi terhadap semua partai politik yang memiliki pandangan sama yakni ingin membangun Kota Mataram lebih baik lagi. "Sementara terkait masalah formulir, merupakan salah satu bentuk komunikasi politik yang arahnya untuk membangun koalisi sesuai dengan mekanisme partai," ujarnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA