Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Komite Etik Yakin Usai Munaslub tak Ada Lagi Perpecahan Golkar

Jumat 29 Apr 2016 19:33 WIB

Rep: Amri Amrullah/ Red: Bayu Hermawan

Fadel Muhammad

Fadel Muhammad

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komite Etik partai Golkar meyakini setelah munaslub (musyawarah nasional luar biasa) yang digelar Mei mendatang akan membuat partai beringin akan semakin solid.

Ketua Komite Etik Partai Golkar, Fadel Muhammad menegaskan selama dalam proses munaslub yang akan diselenggarakan di Bali mendatang tetap berjalan pada koridor yang telah disepakati bersama.

"Kita jaminkan itu," ucapnya kepada Republika.co.id, Jumat (29/4).

Sebagai bagian dari penjaga etik penyelenggaraan Munaslub, Fadel meminta para anggota bisa menjaga ketertiban penyelenggaraan.

Mulai dari pengumpulan dana sumbangan munaslub, pencalonan dan dukungan, termasuk saat terselenggara dan pemilihan ketua umum.

Ini semua dibutuhkan kesadaran bersama, agar munaslub ini tetap bisa menjadikan semua kader tetap berada dalam satu Golkar. Tidak seperti Munas-Munas sebelumnya yang justru menjadi sumber perpecahan sesaat setelah Munas diselenggarakan.

Pada 2004 adanya perpecahan di tubuh Golkar melahirkan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura). Sedangkan pada 2009 perpecahan usai Munas melahirkan partai Nasional Demokrat (NasDem) oleh Surya Paloh.

Belajar dari pengalaman itu, menteri kelautan dan perikanan era presiden SBY ini menegaskan, tidak perlu lagi ada kekecewaan seperti yang dulu terjadi. Yakni tidak menjadi ketua umum atau bagian kepengurusan Golkar, kemudian keluar dan mendirikan partai baru.

"Kita akan merangkul semua, menjaga agar kebiasan lama yang tidak baik itu tidak terjadi lagi di Munaslub Golkar mei mendatang," ujarnya.

Rencana Munaslub Golkar muncul setelah adanya perpecahan dua kepengurusan antara Munas Ancol dan Munas Bali. Agenda Munaslub Golkar sendiri direncakan dilangsungkan di Bali pada 23 Mei 201 mendatang.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA