Kamis, 25 Safar 1441 / 24 Oktober 2019

Kamis, 25 Safar 1441 / 24 Oktober 2019

Pengamat: Sukmawati tak Cabut Pernyataannya di dalam Puisi

Kamis 05 Apr 2018 19:01 WIB

Rep: Adinda Priyanka/ Red: Bilal Ramadhan

Sukmawati Soekarnoputri (kanan) mencium tangan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH. Ma'ruf Amin (kiri) saat akan melakukan pertemuan di Kantor MUI, Jakarta (5/4).

Sukmawati Soekarnoputri (kanan) mencium tangan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH. Ma'ruf Amin (kiri) saat akan melakukan pertemuan di Kantor MUI, Jakarta (5/4).

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Sukmawati meminta maaf karena mengganggu ketenteraman bukan karena kontennya

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pakar Hukum Pidana Universitas Islam Indonesia (UII), Mudzakir, menilai kunjungan Sukmawati Soekarnoputri ke Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk meminta maaf atas puisi Ibu Indonesia merupakan tindakan benar. Dibandingkan menyampaikan penyesalan lewat media, meminta maaf melalui MUI lebih manusiawi.

Menurut Mudzakir, permintaan maaf di depan kamera tidak menyentuh rasa manusiawi. Sukmawati harus meminta maaf ke pihak yang dianggap bisa mewakili aspirasi umat Islam yang dalam hal ini adalah MUI.

"Baru kemudian, terakhir, minta maaf ke umat Islam," tuturnya ketika dihubungi Republika.co.id, Kamis (5/4).

Selain itu, Sukmawati juga sebaiknya mengoreksi konten permintaan maaf. Mudzakir menjelaskan, putri dari proklamator Sukarno tersebut belum menyatakan penyelesalannya karena telah menyamakan antara perintah Allah SWT dengan budaya manusia.

Dari permintaan maaf Sukmawati, baru tergambar penyesalan sudah membuat kegaduhan dengan membaca puisi Ibu Indonesia di hadapan publik. Mudzakir menjelaskan, sekalipun sudah menangis, Sukmawati tidak meralat pernyataannya dalam puisi. Hal ini sama seperti kasus Basuki Tjahja Purnama (Ahok) beberapa waktu lalu.

"Ia mohon maaf karena mengganggu ketentraman umat Muslim, bukan karena kontennya. Ini sama saja berarti ia tidak mencabut pernyataannya," ujarnya.

Sebelumnya, Sukmawati membacakan puisi bertajuk Ibu Indonesia dalam acara Indonesia Fashion Week pada pekan lalu. Puisi tersebut dianggap beberapa pihak menyinggung umat Islam Indonesia. Atas dinamika yang terjadi, Sukmawati meminta maaf di hadapan media di kawasan Cikini, Jakarta, kemarin.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA