Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Pengamat Nilai PKS Lakukan ‘Langkah Kuda’ Terkait Koalisi

Senin 23 Apr 2018 05:36 WIB

Rep: Adinda Pryanka / Red: Ratna Puspita

Presiden PKS Sohibul Iman bersama Prabowo Subianto menghadiri rangkaian Milad ke 20 PKS di Jakarta. (ilustrasi)

Presiden PKS Sohibul Iman bersama Prabowo Subianto menghadiri rangkaian Milad ke 20 PKS di Jakarta. (ilustrasi)

Foto: Republika/Amri Amrullah
PKS belum yakin sembilan cawapres yang disodorkan akan dipilih Gerindra dan Prabowo.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pengamat Politik dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno, menilai, PKS sedang melakukan langkah kuda, yakni menjajaki segala kemungkinan koalisi jelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Hal ini disampaikannya terkait pertemuan PKS dengan Demokrat pada pekan lalu, tetapi masih berkomitmen ingin berkoalisi dengan Gerindra. 

Adi menduga, PKS belum yakin 100 persen bahwa sembilan cawapres yang disodorkan akan dipilih Gerindra dan Prabowo. Terlebih, Gerindra menyodorkan klausul bahwa pendamping Prabowo harus dapat memberikan insentif elektroal.

“Dalam sejumlah survei, sembilan jagoan PKS itu nyaris tidak ada yang muncul. Dari sinilah, PKS mulai bermanuver menjajaki segala kemungkinan," tutur Adi ketika dihubungi Republika, Ahad (22/4).

Pada saat bersamaan, sejumlah elite PKS juga mendorong nama lain dari luar partai seperti Gatot Nurmantyo, Anies Baswedan dan Tuanku Guru Bajang (TGB) untuk bisa dijadikan pilihan alternatif maju ke Pilpres 2019. Gerakan ini memperlihatkan elit PKS mulai risau akan ketidakseimbangan pada Pilpres 2019.

Adi menambahkan, sejauh ini, PKS masih belum cukup yakin untuk melawan Jokowi apabila mereka tetap istiqomah mendukung Prabowo. Di tengah ketidapastian itulah, PKS mulai membuka hati dengan partai lain seperti Demokrat guna menjajaki poros lain untuk menantang Jokowi. 

Apabila Gerindra bersikeras mendorong Prabowo maju Pilpres 2019 dengan elektabiltias seadanya, skenario poros ketiga PKS-Demokrat terbilang besar. "Mereka akan mencari figur alternatif kuat yang berpotensi mengalahkan Jokowi. Apalagi, semangat PKS di 2019 adalah mengganti Jokowi," ucap Adi. 

Dengan dinamika politik saat ini, Adi memprediksi, PKS akan mendukung siapapun capres yang maju asal bisa mengalahkan Jokowi. Baik itu dari partai politik maupun non partai, mengganti presiden menjadi harga mati bagi PKS. 

Baca Juga: Komunikasi degan Parpol Selain Gerindra, Pengamat: Langkah PKS Tepat

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA