Tuesday, 23 Safar 1441 / 22 October 2019

Tuesday, 23 Safar 1441 / 22 October 2019

Aksi di CFD Dituding Dibayar, Politikus PKS: Buktikan Saja

Senin 30 Apr 2018 19:50 WIB

Rep: Farah Noersativa/ Red: Bayu Hermawan

Anggota Komisi II DPR RI, Mardani Ali Sera

Anggota Komisi II DPR RI, Mardani Ali Sera

Foto: DPP PKS
Mardani mengatakan, aksi massa tagar #2019GantiPresiden tidak dibayar siapa pun.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Keadilan Sejahtera (DPP PKS) Mardani Ali Sera mempersilakan kepada yang berwajib memeriksa massa-massa yang terkait aksi tanda pagar (tagar) #2019GantiPresiden saat CFD Thamrin pada Ahad (29/4). Aksi itu disebut terindikasi dibayar oknum tertentu. Namun, Mardani yakin massa tagar #2019GantiPresiden tak dibayar siapa pun.

"Dibuktikan saja. Namun, kalau di #2019gantipresiden, itu yang datang kelas menengah, orang-orang yang punya kepemilikan, kita sih boro-boro dibayar. Kita malah membayar (kaus itu)," kata Mardani saat dihubungi Republika.co.id, Senin (30/4).

Ia mengatakan, massa tagar #2019GantiPresiden datang dengan inisiatif sendiri tanpa koordinasi siapa pun. Menurut dia, kaus tagar #2019GantiPresiden yang mereka kenakan itu juga dibeli sendiri oleh masyarakat. "Boro-boro gratis, ini beli sendiri kausnya,” ujarnya.

Namun, ia tak mau berkomentar lebih jauh soal tudingan yang ditujukan dibayar untuk massa lawan, yakni yang mengenakan kaus #DiaSibukKerja. "Kalau sebelah sana saya enggak mau komentar. Tapi, monggo saja dibuktikan," ucapnya..

Mardani menganggap positif adanya aksi massa yang mengenakan kaus tagar #2019GantiPresiden pada CFD Thamrin, Ahad lalu. Menurut dia, aksi-aksi ini tidak akan menimbulkan perpecahan di tengah-tengah masyarakat.

Dia mengatakan, adanya anggapan bahwa masyarakat seharusnya diam dan tenang merupakan cara berpikir yang sangat stereotip. Dia pun mencegah masyarakat untuk tak berlaku demikian agar masyarkat lebih cerdas dalam berpolitik.

"Ini adalah cara berpikir yang sangat  stereotip. Lebih baik semua orang diam, lebih baik semua orang tenang. Agar bisa melakukan kemauannya. Itu jangan. Nanti berikutnya akan saling dewasa masing-masing. Kita harus percaya masyarakat itu masyarakat cerdas dan dewasa,” ungkapnya.

Dalam aksi tagar #2019GantiPresiden pada CFD Thamrin Ahad lalu, sempat beredar video dugaan intimidasi massa berkaus tagar #2019GantiPresiden kepada seseorang berkaus tagar #DiaSibukKerja. Dalam video itu, disebutkan massa berkaus tagar #2019GantiPresiden menanyakan ‘dibayar berapa?’ kepada orang itu.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA