Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

Ketua MPR: Reformasi Ada karena Mahasiswa dan Amien Rais

Senin 21 May 2018 16:43 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Muhammad Hafil

Zulkifli Hasan, Ketua MPR RI

Zulkifli Hasan, Ketua MPR RI

Foto: Dok Humas MPR
Zulkifli Hasan menyeebut masih banyak cita-cita reformasi yang belum tercapai.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua MPR Zulkifli Hasan mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada mahasiswa dan Amien Rais yang telah berjuang dalam peristiwa reformasi 21 Mei 1998. Menurut Zulkifli, tanpa adanya peran mahasiswa dan Amien Rais, dirinya tidak akan bisa menjabat sebagai Ketua MPR.

"Karena mahasiswa saya bisa berdiri di sini, karena Amien Rais saya bisa di sini sebagai Ketua MPR," kata Zulkifli ketika membuka acara 20 Tahun Refleksi Reformasi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (21/5).

Dalam sambutannya, Ketua Umum PAN tersebut mengatakan, banyak dari cita-cita reformasi yang telah dicapai selama 20 tahun ini. Di antaranya kebebasan berpendapat, kebebasan berbicara, kebebasan menyampaikan pikiran, kebebasan berorgansiasi, kebebasan pers, otonomi daerah, dan hilangnya dwi fungsi ABRI.

"Tentu itu hasil jerih payah mahasiswa dan Pak Amien. Oleh karena itu, sebagai hamba Allah, saya mengajak kita mensyukuri," ucapnya.

Meski banyak yang telah dicapai selama 20 tahun ini, Zulkifli menilai masih ada beberapa cita-cita reformasi yang masih belum tercapai. Pertama, masih banyaknya kesenjangan dan ketimpangan antara kaya dan miskin.

"Padahal, tujuan reformasi adalah kesejahteraan bersama, keadilan ekonomi kerakyatan," ujarnya.

Selain itu yang belum dicapai selama 20 tahun reformasi adalah masih adanya ketidakpercayaan sosial, dan politik pecah yang kerap terjadi. Zulkifli mencontohkan, adanya rekomendasi 200 mubaligh yang dirilis Kementerian Agama dinilai ngawur dan menyebabkan adanya ketidakpercayaan terhadap satu dengan yang lain.

"Itulah yang menyebabkan social distrust, saling menghujat satu sama yang lain. Pilkada seperti pertarungan melawan Belanda, sudah dibelah," tuturnya.

Selanjutnya, ia menilai keadilan di dalam penegakan hukum juga dirasa belum tercapai, hukum masih dirasa berat sebelah. Terakhir persoalan korupsi yang masih belum menghilang selama 20 tahun reformasi.

Zul juga mengingatkan bahwa tujuan reformasi adalah agar masyarakat bebas dari rasa takut menyampaikan pikiran, kritikan, dan bebas dari kemiskinan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA