Thursday, 18 Ramadhan 1440 / 23 May 2019

Thursday, 18 Ramadhan 1440 / 23 May 2019

Sohibul Iman: Awalnya Demokrat Tawarkan AHY ke PKS

Selasa 10 Jul 2018 13:50 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Muhammad Hafil

Presiden PKS Sohibul Iman saat halal bihalal bersama kader PKS NTB di Kantor DPW PKS NTB di Jalan Lingkar Selatan, Mataram, NTB, Selasa (10/7).

Presiden PKS Sohibul Iman saat halal bihalal bersama kader PKS NTB di Kantor DPW PKS NTB di Jalan Lingkar Selatan, Mataram, NTB, Selasa (10/7).

Foto: Muhammad Nursyamsi/Republika
Setelah PKS tak menanggapi serius, AHY ditawarkan ke Gerindra.

REPUBLIKA.CO.ID,  MATARAM -- Presiden PKS Sohibul Iman mengatakan belum ada keputusan apa pun perihal kemungkinannya mengusung Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Sohibul menyampaikan, satu setengah bulan yang lalu, Partai Demokrat mendatangi PKS untuk membicarakan soal AHY.

"Dia (Demokrat) juga memasarkan AHY, siap bekerja sama dengan PKS, AHY jadi wakilnya, silakan capresnya dari PKS," ujar Sohibul usai halal bihalal dengan kader PKS NTB di Kantor DPW PKS NTB di Jalan Lingkar Selatan, Mataram, NTB, Selasa (10/7).

Sohibul melanjutkan, karena tidak mendapat tanggapan yang serius dari PKS, Demokrat mencoba menawarkan AHY kepada Prabowo. "Polanya sama juga ke Pak Prabowo, AHY wakil, Pak Prabowo capresnya. Nah sekarang kan juga dari Pak Prabowo belum ada pembicaraan yang serius. Kemarin Pak Muzani (Sekjen Partai Gerindra) datang ke saya, dia sampaikan apa yang disampaikan Pak Prabowo kepada Pak Syarief Hasan (Wakil Ketua Demokrat)," ujar dia.

Baca juga: Terlalu Dini, Menilai TGB Berpihak ke Jokowi

Baca juga: Dukungan TGB untuk Jokowi dan Kode Pilpres 2019

Pada dasarnya, kata Sohibul mengutip Muzani, Prabowo tidak punya keberatan kepada individu-individu mana pun, termasuk AHY. Namun, Prabowo memberikan beberapa pertimbangan kepada Syarif Hasan.

Prabowo memandang, apakah AHY tidak terlalu junior untuk menjadi cawapres. Prabowo juga mengaku sudah terikat pembicaraan yang dalam dengan PKS terkait Pilpres 2019.

"Karena itu, nanti AHY diterima atau tidak menjadi cawapres saya, tergantung PKS juga," kata Sohibul mengutip perkataan Prabowo yang disampaikan Muzani.

Oleh karenanya, lanjut Sohibul, PKS belum memiliki sikap apa pun perihal AHY lantaran belum ada keputusan dan pembicaraan. "Sampai hari ini Demokrat belum datang ke saya (untuk) bagaimana PKS mendukung AHY dengan Prabowo, belum ada. Kalau ada isu kita setuju dengan AHY itu di alam mimpi, belum ketemu saya masa sudah menyetujui," kata dia menambahkan. 

Baca juga: Pengamat: Dukungan TGB Menyiratkan Keinginan Maju ke Pilpres

Baca juga: Masyarakat Telanjur Tempatkan TGB Sebagai Oposisi

Sebelumnya, anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat Max Sopacua mengakui obsesi pertama yang diinginkan Partai Demokrat di Pemilihan Presiden 2019 adalah memajukan nama AHY.

Namun demikian, ia mengaku obsesi tersebut tidak bisa dilakukan sendiri oleh Partai Demokrat, melainkan juga harus didukung dengan partai lain. Karena itu, dalam rapat Majelis Tinggi Partai Demokrat hari ini, keinginan tetap memajukan AHY juga tidak dibahas.

 

"Kita belum bicara sampai kesitu. Obsesi pertama dari demokrat itu AHY. Apakah sebagai cawapres atau nanti di tahun ini atau 2024 itu adalah obsesi Partai demokrat. Tetapi bagaimanapun juga obsesi tidak ditentukan sendiri oleh Partai Demokrat," ujar Max di Kediaman SBY, Jalan Mega Kuningan Timur, Jakarta, Senin (9/7).

Menurutnya, Partai Demokrat masih akan melihat perkembangan di masyarakat maupun di dunia politik terkait keinginan untuk mengajukan AHY. Sehingga tidak akan memaksakan jika hal tersebut dianggap tidak memungkinkan. "Kita lihat situasi kondisi yang berkembang di masyarakat maupun di dunia politik kita. Tuhan mengizinkan tidak? Masa orang tampil untuk kalah. Kan enggak mau," kata Max.

Baca juga: Prabowo Respons Kabar AHY Kandidat Kuat Cawapresnya.

Baca juga: Dukungan TGB ke Jokowi Sudah Izin SBY?

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA