Monday, 22 Safar 1441 / 21 October 2019

Monday, 22 Safar 1441 / 21 October 2019

PDIP: Ibu Mega tak Pernah Halangi Demokrat Gabung Jokowi

Kamis 26 Jul 2018 16:32 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Bayu Hermawan

Wakil Sekretaris Jenderal PDIP - Eriko Sotarduga

Wakil Sekretaris Jenderal PDIP - Eriko Sotarduga

Foto: Republika/Iman Firmansyah
Wasekjen PDIP menilai Demokrat sengaja mencari-cari alasan saja.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Eriko Sotarduga menanggapi keluhan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang menyebut Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menjadi penghalang Demokrat bergabung dengan poros koalisi Joko Widodo (Jokowi). Eriko menilai Demokrat sengaja mencari-cari alasan saja.

"Itu kan selalu menjadi alasan-alasan yang klasik, selalu menjadikan pihak lain, ini kan sebenarnya mana ada, tidak pernah ada Ibu Mega menolak untuk Partai Demokrat bergabung, tidak pernah," ujar Eriko di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (26/7).

Eriko menyebut Megawati tidak pernah mencampuri siapa saja partai yang akan menjadi mitra koalisi di poros Jokowi. Ia justru menuding Partai Demokrat sengaja menggunakan alasan Megawati lantaran memutuskan tak jadi berkoalisi dengan poros Jokowi. Sebab, menurut Eriko, jika hubungan SBY-Megawati menjadi hambatan, tidak mungkin ada komunikasi dengan Partai Demokrat sejak awal.

"Makanya enggak perlu kita misalnya mengkaitkan akan ada hal lain. Kalau ada, kan dari awal sudah ada pembicaraan. Ini kan tidak ada yang menutup, boleh dilihat, boleh ditanyakan ke Bapak Presiden Joko Widodo, apakah ada gesture menutup kesempatan kepada partai Demokrat, kan tidak," ujar Eriko.

Eriko justru melihat tidak bergabungnya Partai Demokrat lebih dikarenakan tidak ditemukannya pemahaman yang sama Partai Demokrat dengan koalisi poros Jokowi. Salah satunya keinginan menjadikan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagau calon wakil presiden. "Kan tidak semua keinginan bisa dicapai pada saat yang sama. Kalau kemudian beliau memilih untuk bersama dengan Pak Prabowo, memilih  katakanlah mitra tandingan kita nanti, ini kan hal yang wajar," katanya.

Karenanya Eriko berharap ketidaksepahaman Partai Demokrat dengan koalisi poros Jokowi,  kemudian dikaitkan dengan hal-hal lain. Karena koalisi poros Jokowi tidak pernah menutup pintu dengan partai lain. "Sebenarnya kalau kita melihat ini kan sesuatu yang sudah acap kali terjadi sebenarnya. Kalau ada hal hal sepeti ini ya beliau memang sering menyampaikan hal hal bahwa ketidak berhasilan atau apa, atau ada masalah itu memang karena ada sesuatu hal lain," kata Anggota Komisi VI DPR tersebut.

Baca juga: SBY: Pak Jokowi Tulus Mengajak Demokrat Bergabung

Sebelumnya Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengakui ada sejumlah rintangan dan hambatan untuk berkoalisi dengan poros Jokowi. Padahal selama ini Partai Demokrat telah cukup intens berkomunikasi dengan Presiden Joko Widodo selama ini.

"Saya menyadari banyak sekali rintangan dan hambatan untuk menuju ke koalisi itu. Ya tidak perlu saya sampaikan secara detil bahwa koalisi terbangun apabila iklimnya baik, kesediaan untuk saling berkoalisi juga ada. mutual trust dan respek dan itu yang jadi hambatan," ujar SBY usai ertemu Prabowo di kediamannya di Jalan Mega Kuningan Timur, Jakarta, Selasa (24/7).

Ketua DPP PAN Yandri Susanto juga mengungkapkan SBY dalam pertemuan dengan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas), Rabu (25/7) semalam, SBY menyampaikan peluang Partai Demokrat merapat ke poros Jokowi sudah tertutup karena adanya Megawati Soekarnoputri.

"Karena di sebelah sana istilah SBY sudah tertutup karena Ibu Megawati. Jadi Pak SBY sampaikan, ada usaha Pak SBY membangun kerjasama yang baik dengan Pak Jokowi. Tetapi sampai sekarang, ibu Mega lah yang menjadi penghalang utama," ujar Yandri di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (26/7).

Menurut Yandri, hal itu yang disampaikan SBY dalam pertemuan dengan Zulkifli Hasan semalam. Bahwa peluang untuk merapat poros Jokowi sudah tertutup karena tidak ada restu dari Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Yandri menjelaskan, padahal Partai Demokrat  mencoba memperbaiki hubungan dengan Megawati untuk bisa merapat ke poros Jokowi.

"Menurut Pak SBY dia sudah berusaha betul dengan ibu Mega untuk baik tapi Ibu Megawati masih menutup diri untuk baikan sama Pak SBY. itu curahan dari pak SBY tadi malam," kata Yandri.

Baca juga: Wasekjen Demokrat: Koalisi Jokowi Terkesan tak Percaya Diri

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA