Saturday, 20 Safar 1441 / 19 October 2019

Saturday, 20 Safar 1441 / 19 October 2019

Gerindra Klaim Tim Pemenangan Prabowo-Sandi Sudah Matang

Rabu 15 Aug 2018 14:07 WIB

Rep: ali mansur/ Red: Muhammad Hafil

Andre Rosiade

Andre Rosiade

Foto: Facebook
Para pimpinan parpol koalisi akan membahas siapa yang akan menjadi ketua tim.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Anggota Badan Komunikasi Partai Gerindra, Andre Rosiade menyampaikan pembentukan tim sukses pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sudah pada tahap final. Bahkan menurutnya pembentukan tim tersebut sudah matang dan tinggal menentukan siapa yang bakal menjadi ketua tim kampanye tersebut. Karena pemilihan ketua tim akan melibatkan para pimpinan partai koalisi.

"Untuk pembentukan tim sukses Prabowo-Sandiaga sudah matang. Para pimpinan koalisi partai akan mendiskusikan siapa yang akan menjadi ketua tim," ujar Andre saat dihubungi melalui pesan singkat, Rabu (15/8).

Lanjut Andre, sebenarnya nama-nama calon ketua tim sudah ada dan siap diusulkan. Kemudian masing-masing ketua partai koalisi mengusulkan nama-nama tersebut. Namun tetap yang memutuskan adalah Prabowo Subianto sebagai calon presiden dan Sandiaga Uno sebagai calon wakil presiden. "Dalam pekan ini sudah akan didiskusikan siapa yang yang menjadi ketua tim," kata Andre.

Baca juga: GNPF Tanggapi Positif Wacana Pertemuan Ma'ruf dan Rizieq

Menurut Andre salah satu nama yang mendapatkan tempat di tim pemenangan adalah Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Menurutnya mantan Presiden Republik Indonesia itu bakal didaulat sebagai anggota dewan penasihat bersama Ketum parpol koalisi lainnya.

Kemudian untuk nama tim pemenangan Prabowo-Sandi untuk saat ini masih belum bisa ditentukan. Namun pemberian nama koalisi tersebut juga akan didiskusikan oleh semua ketua umum partai politik koalisi bersama dengan Prabowo-Sandiaga. Sebelumnya beredar bahwa nama koalisi pengusung Prabowo-Sandiaga adalah koalisi keummmatan. "Untuk nama kita masih belum ditentukan, nanti sekalian dibahas oleh pimpinan-pimpinan partai koalisi," kata Andre.

Selanjutnya, untuk isu yang akan diusung oleh Prabowo-Sandiaga selama kampanye adalah isu ekonomi. Itu sesuai dengan kesepahama bersama antar partai koalisi dalam memandang persoalan bangsa Indonesia saat ini. Menurutnya, setidaknya akan ada tiga isu ekonomi yang akan dibawa saat kampanye pemilihan presiden (Pilpres) 2019 nanti.

Baca juga: Kabar Pertemuan dengan Habib Rizieq, Ini Jawaban Kiai Ma'ruf

Pertama, Andre menjelaskan, soal pertumbuhan ekonomi, yang sampai saat ini jauh dari target. Kedua, mengenai semakin sulitnya lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Ketiga, harga kebutuhan pokok yang terus meningkat. "Ketiga isu sangat dirasakan masyarakat saat ini. Untuk itu, Gerindra akan fokus untuk membahas ketiga isu tersebut," terang Andre.

Oleh karena itu, Andre membantah, jika pihaknya berencana memainkan isu politik identitas dan Suku, Agama, Ras, dan Antar golongan atau SARA. Ia menegaskan pihaknya hanya bicara soal isu-isu ekonomi saja, yang saat ini juga menjadi permasalahan rakyat Indonesia. Hal itu dibuktikan dengan pidato-pidato Prabowo Subianto dalam beberapa kesempatan selalu menyinggung masalah ekonomi bangsa saat ini. "Jadi kami tegaskan, tidak ada keinginan untuk membawa politik identitas dan SARA," ucap Andre. 

Sebelumnya, Partai Demokrat belum bisa memutuskan menerima atau tidak tawaran Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjadi ketua tim sukses atau tim pemenangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Karena, saat ini AHY tengah menunaikan ibadah haji ke Makkah, Arab Saudi.

Baca juga: Prabowo Mungkin Tunjuk Djoko Santoso Ketua Tim Pemenangan

Menurut Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahean mengaku sangat berterimakasih dan mengapresiasi atas tawaran tersebut.

"Bila ada tawaran dari sahabat kami (Gerindra) yang ingin agar AHY menjadi ketua tim pemenangan kami sangat menghormati dan menghargai hal tersebut, kami cukup senang," ungkapnya saat dihubungi Republika.co.id, Rabu (15/8).

Namun demikian sambungnya, Demokrat saat ini masih belum bisa mengambil keputusan dan memberikan jawaban apapun. Pasalnya AHY masih berada di tanah suci untuk menjalankan ibadah haji.

"Kami belum bisa memberikan jawaban karena AHY sedang berangkat haji jadi harus konfirmasi ke beliau langs," ungkapnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA