Selasa, 16 Safar 1441 / 15 Oktober 2019

Selasa, 16 Safar 1441 / 15 Oktober 2019

Demokrat: Ketua Tim Pemenangan Harus Paham Strategi Lapangan

Rabu 15 Agu 2018 15:30 WIB

Rep: mabruroh/ Red: Muhammad Hafil

Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno

Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno

Foto: Republika
Seorang jenderal lapangan harus memiliki analisis yang tajam.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahean mengatakan memilih ketua tim pemenangan jangan sembarang. Menurutnya, ada kriteria-kriteria tertentu yang harus dimiliki oleh seseorang yang nantinya akan menjadi ketua tim.

Paling tidak, ujarnya, seorang ketua tim pemenangan harus memiliki tiga kriteria ini. Pertama, seorang ketua tim pemenangan harus memiliki jiwa leadership.

Kedua, lanjutnya, seorang ketua tim pemenangan haruslah yang paham dengan strategi-strategi lapangan. Yang mana startegi ini sangat dibutuhkan agar bisa memenangi pertarungan di pemilihan presiden (Pilpres) 2019.

"Contohnya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dia kan sudah memimpin tim pemenangan di parpol Demokrat di pilkada kemarin dan sukses," ujarnya saat dihubungi Republika.co.id, Rabu (15/8).

Kriteria selanjutnya, masih menurut Ferdinand, seorang jenderal lapangan harus mempunyai analisis yang tajam, serta kritisi terhadap perkembangan. Sosok seperti itulah menurutnya yang dapat memenangkan pasangan capres dan cawapres di Pilpres 2019 mendatang.

"Intinya itu harus punya jiwa leadership, paham startegi, dan mengerti operasi-operasi di lapangkan seperti apa," jelasnya.

Selain dalam diri AHY, ujar Ferdinand, banyak kader-kader Demokrat lainnya yang juga layak menjadi ketua tim pemenangan. Mereka di antaranya Sekretaris Jenderal Demokrat Hinca Panjaitan, Wakil Ketua Umum Demokrat, Syarif Hasan, Ketua Dewan Kehormatan Demokrat Amir Syamsuddin.

"Mereka ini juga layak dipertimbangkan untuk memimpin tim kemenangan nanti," kata dia.

Ferdinand juga menambah bahwa parpol yang berhak untuk menduduki ketua tim pemenangan memang hanya Demokrat. Namun dia tidak mengungkapkan alasan dari pernyataan tersebut.

"Kalau dilihat dari koalisi, Demokrat paling pantas menduduki ketua tim pemenangan, tapi ini kan ada teman-teman koalisi, tidak bisa sendirian," terangnya.

Seperti diketahui, hingga saat ini koalisi Gerindra-PAN-PKS-Demokrat masih belum menentukan siapa-siapa yang masuk dalam struktur tim pemenangan. Menurut mereka, para koalisi masih berembuk mengenai nama-nama yang nantinya menjadi bagian dari tim pemenangan.

Sementara, anggota Badan Komunikasi Partai Gerindra, Andre Rosiade menyampaikan pembentukan tim sukses pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sudah pada tahap final. Bahkan menurutnya pembentukan tim tersebut sudah matang dan tinggal menentukan siapa yang bakal menjadi ketua tim kampanye tersebut. Karena pemilihan ketua tim akan melibatkan para pimpinan partai koalisi.

"Untuk pembentukan tim sukses Prabowo-Sandiaga sudah matang. Para pimpinan koalisi partai akan mendiskusikan siapa yang akan menjadi ketua tim," ujar Andre saat dihubungi melalui pesan singkat, Rabu (15/8).

Lanjut Andre, sebenarnya nama-nama calon ketua tim sudah ada dan siap diusulkan. Kemudian masing-masing ketua partai koalisi mengusulkan nama-nama tersebut. Namun tetap yang memutuskan adalah Prabowo Subianto sebagai calon presiden dan Sandiaga Uno sebagai calon wakil presiden. "Dalam pekan ini sudah akan didiskusikan siapa yang yang menjadi ketua tim," kata Andre.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA