Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Djoko Santoso Dinilai Ahli Strategi

Kamis 16 Aug 2018 13:10 WIB

Rep: Mimi Kartika/ Red: Muhammad Hafil

Djoko Santoso

Djoko Santoso

Foto: Antara
Kubu Jokowi juga memiliki Moeldoko.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA --  Pengamat politik dari Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma) Said Salahudin menilai, diusulkannya Jenderal TNI (Purn) Djoko Santoso sebagai ketua tim pemenangan capres Prabowo Subianto karena latar belakangnya di militer. Ia mengatakan, Djoko Santoso dinilai ahli strategi.

"Tentu saja, karena latar belakang militernya (Djoko Santoso) yang sudah sampai dengan jenderal penuh, sudah sampai panglima TNI, sudah ahli strategi. Cuma kan strategi perang kalau ini kan strategi politik. Walaupun tidak sama persis, tapi basis teorinya samalah kira-kira," ujarnya saat dihubungi Republika.co.id, Kamis (16/8).

Ia mengatakan, kemungkinan Prabowo menunjuk Djoko Santoso juga karena adanya nama Jenderal Moeldoko di kubu capres pejawat Joko Widodo (Jokowi). Kubu Prabowo menganggap Djoko dapat mengimbangi Moeldoko dengan latar belakang militernya yang lebih senior.

"Dugaan saya mungkin karena kubu penantang ini, khususnya Prabowo, sudah mengintip bahwa di kubu pejawat itu juga akan memasang Jenderal Moeldoko sebagai bagian dari tim pemenangan bisa ketua bisa bukan," katanya.

Sebab, menurut Said, akan ada celah di kubu Prabowo jika tidak bisa mengimbangi Moeldoko. "Kalau Jenderal Moeldoko yang dipasang lantas kemudian di kubu penantang (Prabowo) itu tidak ada jenderal yang dipasang, itu bukan satu angle yang baik karena itu akan menjadi celah (bagi kubu Prabowo)," tuturnya.

Selain itu, lanjut Said, alasan lain Djoko Santoso yang diusulkan menjadi ketua tim pemenangan karena loyalitasnya terhadap Prabowo. Ia mengatakan, Djoko selalu mendukung Prabowo sejak Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 lalu.

Akan tetapi, Said mengatakan, ketua tim pemenangan harus disepakati di antara partai politik koalisi. "Kalau ketua tim pemenangan, ya memang idealnya harus ada kesepakatan partai partai koalisi," katanya.

Sebelummya, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Eddy Prabowo mengakui bahwa Jenderal TNI (Purn) Djoko Santoso adalah kandidat yang diusulkan oleh Prabowo. Hanya saja, hal itu juga harus dibicarakan terlebih dulu dengan partai politik koalisi. Apalagi, tentunya, masing-masing partai koalisi juga memiliki pandangan yang berbeda mengenai ketua tim pemenangan.

Di sisi lain, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Djoko Santoso mengaku siap memenangkan pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno pada Pilpres 2019. Kesiapan itu apabila semua partai politik koalisi setuju dengan usulan Prabowo yang menunjuknya sebagai ketua tim pemenangan.

"Ya, namanya tentara harus siap, tidak ada yang tidak siap kalau untuk negara," kata Djoko di kediaman Prabowo Subianto, Jalan Kertanegara, Jakarta, Selasa (14/8).

Menurut dia, nanti ada tim yang akan mengomunikasikan dengan parpol koalisi terkait usulan Prabowo yang menunjuknya sebagai ketua tim pemenangan. Dalam pertemuannya dengan Prabowo, Ketum Gerindra itu berpesan agar dia bekerja keras, cerdas, dan ikhlas dalam upaya memenangkan Prabowo-Sandi pada pilpres mendatang.

"Saya ketika jadi panglima TNI sudah biasa mengendalikan, tantangannya sama saja," ujarnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA