Senin, 14 Syawwal 1440 / 17 Juni 2019

Senin, 14 Syawwal 1440 / 17 Juni 2019

‘Ijtima’ Ulama II Mungkin tak Arahkan Dukungan ke Jokowi'

Rabu 22 Agu 2018 15:17 WIB

Rep: Amri Amrullah/ Red: Ratna Puspita

Ketua Presidium Alumni 212 Slamet Maarif

Ketua Presidium Alumni 212 Slamet Maarif

Foto: ROL/Havid Al Vizki
Kepastian tak mendukung Jokowi ini sesuai yang disampaikan Rizieq pada Milad FPI.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif mengatakan, arah Ijtima’ Ulama kedua tidak akan mendukung Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin pada Pemilihan Presiden 2019. Ia mengungkapkan, kepastian tidak akan mendukung Jokowi ini sesuai yang disampaikan Habib Rizieq dalam video yang diputar saat Milad FPI (Front Pembela Islam) di Cibubur, 18 Agustus lalu. 

Kala itu, ia mengatakan, Habib Rizieq menegaskan tidak akan memilih pemimpin yang suka berbohong dan tidak menepati janji. "Dari sambutan beliau (Habib Rizieq) jelas, kemudian nanti akan diperkuat dalam hasil ijtima ulama II insya Allah," kata Slamet Ma'arif, Rabu (22/8). 

Slamet Ma'arif juga menampik isu seolah sudah ada sikap dari Habib Rizieq karena dikabarkan telah bertemu KH Ma'ruf Amin di Makkah. Ia menegaskan, hingga saat ini Habib Rizieq bersama kelompok PA 212 dan GNPF Ulama belum mengeluarkan keputusan berpihak ke kubu Jokowi-Ma'ruf Amin. 

Arah dukungan Habib Rizieq bersama PA 212 dan GNPF akan diputuskan pada ijtima ulama II yang akan digelar pada 26 Agustus mendatang. “Saya pastikan belum ada keputusan dari Habib Rizieq sebelum ijtima’ ulama II dan Kiai Ma'ruf belum bertemu Habib Rizieq," kata dia.

Baca Juga: Novel Bamukmin Yakin HRS Konsisten #2019GantiPresiden

Sebelumnya, Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira menuturkan, Kiai Ma'ruf Amin punya kemampuan menjembatani orang-orang yang selama ini sulit diajak bicara oleh Jokowi. Andreas mengatakan, tidak menutup kemungkinan berharap komunikasi dengan Rizieq Shihab terjadi. 

Jika itu memungkinkan, pihak kubu Jokowi tidak akan menolak. "Kalau (Rizieq) bisa (mendukung Jokowi-Ma'ruf) ya kenapa tidak," kata dia seusai menghadiri diskusi publik CSIS di Jakarta, Senin (20/8).

Andreas menilai, kalau Kiai Ma'ruf yang kini tengah beribadah haji memang bertemu Rizieq di Makkah, itu menjadi proses mediasi yang baik. Sebab, menurut dia, Rizieq dengan FPI dan lembaga-lembaga sayap lainnya merupakan bagian dari kekuatan yang ada di bangsa ini. 

Baca Juga: Idul Adha, PA 212: Mari Korbankan Kepentingan Kelompok 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA