Saturday, 17 Zulqaidah 1440 / 20 July 2019

Saturday, 17 Zulqaidah 1440 / 20 July 2019

Farhat Abbas: Lawan #2019GantiPresiden dengan Kreasi

Sabtu 01 Sep 2018 08:50 WIB

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Israr Itah

Farhat Abbas.

Farhat Abbas.

Foto: Mahmud Muhyidin/Republika
Abbas mengatakan, gerakan #2019GantiPresiden merupakan bentuk kreativitas.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Salah satu juru bicara Koalisi Indonesia Kerja (KIK) Farhat Abbas mengatakan, gerakan #2019GantiPresiden merupakan bentuk kreativitas dalam proses politik. Ia menyebut tim pemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin akan melawan gerakan tersebut dengan lebih kreatif.

“Hashtag itu kan kreasi, jadi boleh-boleh saja. Para ketua partai berpesan kepada saya untuk tidak menyerang balik. Jadi kami lawan saja dengan kreasi,” kata Farhat di Jakarta Pusat, Jumat (31/8) sore.

Farhat mengaku tak ingin lagi nyinyir di media sosial karena bisa berdampak buruk bagi pasangan calon. Apalagi, setelah adanya peristiwa pelukan Jokowi dan Prabowo setelah dirangkul oleh atlet pencak silat Hanifan Yudani di venue pencak silat, TMII.

Lewat cara-cara kreatif yang akan dilakukan untuk melawan #2019GantiPresiden, Farhat yakin pejawat Joko Widodo bersama KH Ma’ruf Amin akan memenangkan hati rakyat di Pilpres 2019. “Saya juga melihat adanya pelukan itu akan menguntungkan Jokowi. Orang-orang yang selama ini menghina dia akan mendapat kesan bahwa Jokowi terbalut hati yang suci,” ujarnya.

Pernyataan capres Prabowo Subianto yang memastikan tak akan memasukkan tokoh #2019Ganti Presiden ke dalam tim pemenangan pun dinilai Farhat sebagai salah satu strategi. Menurut dia, selain karena #2019GantiPresiden berpotensi menghancurkan elektabilitas Prabowo-Sandiaga, Prabowo seolah ingin meningkatkan citra di masyarakat.

“Sebab, Gerakan #2019GantiPresiden ini sebenanya bukan pelanggaran kampanye, tapi pelanggaran keamanan dan ketertiban,” kata dia. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA