Kamis, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 Desember 2019

Kamis, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 Desember 2019

Prabowo-Sandiaga Prihatin dengan Melemahnya Rupiah

Jumat 07 Sep 2018 21:38 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Bayu Hermawan

Koalisi pengusung Prabowo - Sandiaga Uno menggelar konferensi pers terkait persoalan ekonomi di kediaman Prabowo di Jalan Kertanegara, Jakarta, Jumat (7/9) malam.

Koalisi pengusung Prabowo - Sandiaga Uno menggelar konferensi pers terkait persoalan ekonomi di kediaman Prabowo di Jalan Kertanegara, Jakarta, Jumat (7/9) malam.

Foto: Republika/Febrianto Adi Saputro
Koalisi Prabowo-Sandi memberikan pernyataan sikap atas melemahnya nilai tukar rupiah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Koalisi pengusung pasangan bakal calon presiden (capres) Prabowo Subianto dan cawapres Sandiaga Salahuddin Uno memberikan pernyataan sikap terkait melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Pemerintah dinilai perlu mendayagunakan ekonomo nasional.

"Kami amat prihatin dengan melemahnya kurs rupiah yang berkepanjangan yang tentunya memberatkan perekonomian nasional khususnya rakyat kecil yang cepat atau lambat harus menanggung kenaikan harga harga kebutuhan pokok termasuk harga kebutuhan makanan sehari-hari rakyat kecil, seperti tahu, tempe," kata Sandiaga membacakan pernyataan sikap yang dihasilkan dalam pertemuan tersebut.

Selain itu keduanya juga beranggapan bahwa melemahnya kurs rupiah yang berkepanjangan dikarenakan lemahnya fundamental ekonomi yaitu defisit neraca perdagangan dan defisit transaksi berjalan (current account deficit). Selain itu Sandiaga mengungkapkan menurunnya sektor manufakturing dan pertumbuhan sektor manufakturing yang dinilai masih di bawah pertumbuhan ekonomi.

"Sektor manufakturing yang pernah mencapai hampir 30% PDB pada tahun 1997, sekarang tinggal 19% PDB. Hal ini tentu mengganggu ketersediaan lapangan kerja dan ekspor kita," ujarnya.

Koalisi kubu penantang menganggap melemahnya fundamental ekonomi tidak terlepas dari ketidakberhasilan pemerintah dalam mendayagunakan kekuatan ekonomi rakyat sehingga kebutuhan pangan semakin tergantung pada impor seperti beras, gula, garam, bawang putih, dan lain-lain. Terkait hal itu, koalisi mengimbau kepada pemerintah untuk lebih waspada dan mengambil langkah langkah konkret untuk mengatasi masalah ekonomi.

Sandiaga mengungkapkan pemerintah dinilai perlu mendayagunakan ekonomi nasional untuk mengurangi impor pangan dan impor barang konsumsi yang tidak urgent, bersifat pemborosan, dan barang mewah yang ikut mendorong kenaikan harga harga bahan pokok, serta mengurangi secara signifikan pengeluaran pengeluaran APBN & APBD yang bersifat konsumtif, seremonial, dan yang tidak mendorong penciptaan lapangan kerja.

"Semoga Allah SWT akan senantiasa memberi taufik dan hidayahnya serta meridhoi kehidupan berbangsa dan bernegara kita," kata Sandiaga menutup pernyataan sikap kubu Prabowo - Sandiaga terkait persoalan melemahnya rupiah.

Sejak Jumat (7/9) sore, tiga ketua umum partai pengusung Prabowo - Sandiaga berkumpul di Kertanegara untuk membahas sejumlah isu. Ketiga ketua umum yang hadir diantaranya Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, dan Presiden PKS Sohibul Iman. Sedangkan Ketua Umum Partai Demokrat tidak hadir dalam pertemuan tertutup tersebut.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA