Rabu, 17 Safar 1441 / 16 Oktober 2019

Rabu, 17 Safar 1441 / 16 Oktober 2019

Basarah: Kwik Sudah Lama Berada di Luar Kepartaian

Kamis 13 Sep 2018 15:36 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Ratna Puspita

Kwik Kian Gie

Kwik Kian Gie

Foto: Republika/ Wihdan Hidayat
Sudah lama tidak ada interaksi politik secara organisasi antara PDIP dan Kwik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Sekretaris Jenderal PDIP Ahmad Basarah mengatakan mantan menteri perekonomian era Abdurrahman Wahid-Megawati, Kwik Kian Gie, bukan lagi sebagai kader PDIP. Basarah menjelaskan sudah lama tidak ada interaksi politik secara organisasi antara PDIP dan Kwik.

“Jadi dalam beberapa tahun yang sudah cukup lama ini Pak Kwik memang katakanlah sudah berada di luar sistem kepartaian PDIP,” kata dia di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (13/9).

Basarah juga menyebut Kwik tidak lagi bisa disebut sebagai kader PDIP karena pilihan politiknya berseberangan dengan garis politik PDIP yang mendukung Joko Widodo-Ma'ruf Amin. 

Karena itu, PDIP tak mempersoalkan bergabungnya Kwik Kian Gie menjadi tim penasihat ekonomi pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Wakil ketua MPR tersebut menilai Kwik tidak perlu meminta persetujuan PDIP untuk bergabung dengan koalisi Prabowo-Sandiaga.

photo

Ahmad Basarah. (dokumentasi MPR)

Ia menambahkan PDIP menghormati pilihan Kwik jika betul-betul memilih keluar dari garis politik partai berlambang banteng tersebut. "Apabila Pak Kwik Kian Gie sebagai orang yang pernah menjadi pengurus PDIP hari ini benar-benar mengambil keputusan politik untuk menjadi tim ahli ekonomi dari tim pasangan Pak Prabowo dan Pak Sandi, kami hormati sebagai hak politiknya, demokratisnya," kata Basarah. 

Basarah juga berharap Kwik Kian Gie dapat memberikan keahliannya dalam memberi masukan kepada pasangan Prabowo-Sandiaga. PDIP, Basarah mengatakan, tak mempersoalkannya semata-mata untuk menjaga persatuan dan kesatuan dalam Pilpres. 

"Pilpres hanya rutinitas lima tahunan. Jadi jangan sampai pemilu merusak tujuan bernegara. Semoga keberadaan Pak Kwik di posisi pasangan Prabowo Sandi akan membawa semangat persatuan sebagaimana ideologi yang pernah diperjuangkan Pak Kwik di PDIP," kata Basarah. 

Baca Juga: 

Pernyataan Basaran agak berbeda dengan keterangan dari Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) PDIP Hendrawan Supratikno. Ia menegaskan, Kwik Kian Gie masih merupakan kader partainya. 

Menurut dia, menteri koordinator perekonomian era Megawati Soekarnoputri itu akan lebih dekat dengan PDIP. "Tetap sebagai kader utama, kader senior," kata dia melalui pesan singkat, Kamis (13/9).

Bahkan, ia menambahkan, PDIP masih sering berdiskusi dengan Kwik, termasuk berdebat tentang kritiknya selama ini. Menurut dia, Kwik terobsesi agar Indonesia kembali ke UUD 1945 yang sebelelum amandemen.

Sebab, lanjut dia, Kwik melihat sistem ekonomi saat ini sangat liberal dan mulai meresahkan. "Jangan bicara untung rugi. Ini perjuangan ideologi ekonomi," kata dia.

photo

Hendrawan Supratikno. (Republika)

Namun, ia mengatakan, Kwik merupakan sosok yang murah hati. Karena itu, Kwik sering memberi nasihat kepada semua pihak yang berniat menggunakan pemikirannya.

Selain itu, ia mengakui Kwik memiliki kedekatan dengan ayah Prabowo Subianto, Sumitro Djojohadikusumo. Ia mengatakan, Kwik dan Sumitro sama-sama lulusan Rotterdam, Belanda.

"Sandi juga bersahabat dengan anak sulung Pak Kwik, Kwik Ing Hie. Jadi mereka sudah lama berteman," kata dia.

Karena itu, ia mengatakan, PDIP akan bersikap demokratis. "Itu pilihan pribadi. Tapi percayalah, loyalitas dan integritasnya sudah teruji," ujar dia.

Sebelumnya, Prabowo mengklaim Kwik akan menjadi salah satu dari dewan penasihat dalam Pilpres 2019. Prabowo mengatakan akan fokus pada masalah ekonomi dalam kampanye mendatang.

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA