Tuesday, 13 Zulqaidah 1440 / 16 July 2019

Tuesday, 13 Zulqaidah 1440 / 16 July 2019

Politikus PAN: Usut Tuntas Penganiayaan dan Pengedit Video

Selasa 25 Sep 2018 16:16 WIB

Rep: Amri Amrullah/ Red: Ratna Puspita

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN) Saleh Partaonan Daulay

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN) Saleh Partaonan Daulay

Foto: RepublikaTV/Fian Firatmaja
Mengedit video tersebut dengan tujuan memecah belah sangat melukai perasaan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Sekjen PAN Saleh Partaonan Daulay meminta aparat kepolisian mengusut tuntas kasus penganiayaan suporter Persija. Selain itu, polisi juga harus menuntaskan penyelidikan pengedit video penganiayaan yang bertujuan memecah belah masyarakat di tahun politik saat ini.

Saleh mengatakan masyarakat sedang berduka atas tragedi meninggalnya suporter, Haringga Sirila, karena dikeroyok oleh pendukung Persib. Karena itu, ia sangat menyayangkan ada pihak-pihak yang memperkeruh suasana. 

“Mengedit video tersebut dengan tujuan memecah belah tentu sangat melukai perasaan kita,” kata Saleh kepada wartawan, Selasa (25/9).

Karena itu, Saleh mengatakan, pengusutan keduanya harus berjalan beriringan. Ia mengatakan polisi harus menunjukan ketegaskan terkait pihak-pihak yang sengaja memperkeruh situasi dengan mengedit video penganiayaan.

“Kalau mengedit seperti itu lalu menviralkannya secara sengaja tentu memiliki niat tidak baik. Sudah sepantasnya para pelaku segera menghentikan aktivitasnya,” ujarnya.

Demi menjaga suasana kampanye pilpres dan pileg yang tetap damai, ia berharap semua pihak bisa menjaga diri. Semua pihak diharapkan mengambil bagian dalam menjaga situasi aman dan kondusif. “Upaya-upaya untuk memecah belah masyarakat harus dihindari,” kata dia.

Saleh mempercayai aparat penegak hukum menyelesaikan tragedi penganiayaan antarkedua klub suporter ini. "Tidak perlu ditarik-tarik ke dalam pusaran politik. Kasihan korban dan keluarganya yang sampai sekarang masih berduka," kata Saleh mengingatkan.

Setelah Haringga meninggal, video pengeroyokan beredar di media sosial. Dalam video yang beredar, terdengar teriakat kalimat tauhid. Namun, kepolisian menyatakan, kalimat tauhid dalam video tersebut merupakan hasil editan.

Pelaku mengedit video tersebut diduga memiliki tujuan tertentu, yang kini sedang diselidiki oleh aparat kepolisian. "Tidak ada, jangan membawa isu apa pun dalam kejadian ini," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Barat Komisaris Besar Trunoyudho Wisnu Andiko.

Trunoyudho menegaskan kepolisian tidak menemukan adanya kalimat tauhid dalam penyidikan yang dilakukan. Ia meminta semua pihak agar jangan menarik isu SARA dalam kasus tewasnya Haringga. Trunoyudho memastikan, kasus ini ditangani kepolisian dan murni merupakan kasus pidana.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA