Thursday, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 December 2019

Thursday, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 December 2019

Merasa Dibohongi, Fahira Kecewa dengan Ratna Sarumpaet

Rabu 03 Oct 2018 21:15 WIB

Rep: Amri Amrullah/ Red: Bayu Hermawan

 Fahira Idris

Fahira Idris

Foto: ANTARA FOTO
Anggota DPD itu menilai apa yang dilakukan Ratna Sarumpaet adalah kesalahan fatal.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota DPD RI Fahira Idris merasa terkejut dengan pengakuan Ratna Sarumpaet terkait dirinya yang berbohong soal penganiayaan. Fahira mengaku kecewa pada Ratna Sarumpaet dan menganggap Ratna telah melakukan kesalahan fatal.

"Pengakuan Ibu Ratna Sarumpaet sangat mengejutkan dan mengecewakan saya. Saya sangat kecewa sekali. Ini kesalahan yang sangat fatal," kata Fahira dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu (3/10).

Sebelumnya kabar soal pemukulan Ratna Sarumpaet yang sempat ia akui kepada beberapa politisi telah meyakinkan banyak pihak, tidak terkecuali Fahira. Kabar pemukulan tersebut pun viral di media sosial setelah menyebarnya foto wajah lebam Ratna Sarumpaet.

"Saat berita ini tersebar dihampir semua media daring, saya sedang melakukan kunjungan kerja di Ternate dan langsung terkejut mendengar beliau dianiayai," ujar Fahira.

Anggota DPD asal Jakarta ini awalnya mengaku prihatin soal kabar pemukulan tersebut. Sebagai seorang perempuan dan ibu, ia mengaku, kenal baik dengan Ratna. Saat mendengar berita ini dari berbagai media massa, Fahira langsung tersentuh dan bereaksi keras agar pelakunya segera ditangkap dan mengutuk penganiayaan ini.

"Ini reaksi spontan sebagai manusia. Terlebih Pak Prabowo sudah bertemu langsung dengan Ibu Ratna dan menggelar jumpa pers untuk menunjukkan keperihatinan beliau," jelasnya.

Namun, setelah pihak kepolisian membeberkan temuannya, ia pun merasa terbesit ragu atas kejadian pemukulan ini. Hingga keraguan itu terjawab dengan pasti saat Ratna Sarumpaet konferensi sore tadi.

"Kebohongan ini tentu melukai banyak orang. Saya pribadi memohon maaf karena telah mempercayai kebohongan ini dan mengutuk peristiwa yang sebenarnya tidak terjadi sama sekali," kata Fahira.

Namun sebagai manusia, Fahira bisa memaafkan ketika Ratna berani mengakui kebohongan secara jujur. "Saya memaafkan kekhilafanmu, tetapi susah untuk melupakan apa yang telah engkau lakukan," ucapnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA