Rabu, 21 Zulqaidah 1440 / 24 Juli 2019

Rabu, 21 Zulqaidah 1440 / 24 Juli 2019

Emrus: Kasus Ratna Berpengaruh ke Kredibilitas Prabowo-Sandi

Kamis 04 Okt 2018 18:35 WIB

Rep: Andrian Saputra/ Red: Bayu Hermawan

Pengamat komunikasi politik Emrus Sihombing (kanan)

Pengamat komunikasi politik Emrus Sihombing (kanan)

Foto: Republika/Tahta Aidilla
Pengamat menilai kasus Ratna bisa memengaruhi sikap publik dalam pilpres.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --- Pengamat politik dari Lembaga Emrus Corner, Emrus Sihombing, menilai kebohongan yang dilakukan Ratna Sarumpaet berdampak buruk bagi tim kampanye Koalisi Prabowo-Sandi. Menurutnya, hal itu dapat memengaruhi sikap publik dalam Pilpres 2019 terhadap koalisi Prabowo-Sandi.

"Langsung atau tidak langsung, kredibilitas para tokoh yang tidak dari pengakuan awal dari Ratna Sarumpaet, secara hipotetis, akan dipertanyakan oleh publik karena tidak melakukan klarifikasi dari berbagai sumber, antara lain, dari dokter yang menangani Ratna Sarumpaet, sebelum memberikan tanggapan di ruang publik," kata Emrus, Kamis (4/10).

Emrus mengatakan, akan sulit bagi kubu koalisi Prabowo-Sandi memperbaiki citranya setelah adanya kebohongan yang dilakukan Ratna Sarumpaet yang juga menjadi bagian dari tim kampanye Prabowo-Sandi. Apalagi, sejumlah tokoh di koalisi itu sudah memberikan pernyataan sebelum kebohongan itu terungkap.

Karena itu, menurut Emrus, tim Prabowo-Sandi perlu menyusun langkah strategis, terlebih agar masyarakat mendukungnya. Menurutnya, kubu Prabowo-sandi perlu memberi pernyataan sikap secara langsung dengan menjelaskan tindakan tersebut harus dipertanggungjawabkan Ratna Sarumpaet. "Bahwa itu merupakan tindakan personal dari RS itu sendiri sehingga menjadi urusan pribadi yang bersangkutan, apa pun konsekuensi dari perilaku komunikasi kebohongan tersebut," ujarnya.

Menurut Emrus, kebohongan yang dilakukan Ratna Sarumpaet akan selalu diingat publik. Terlebih, hal itu terdokumentasi di jejaring dunia maya. Publik pun akan sulit memercayai kembali pernyataan-pernyataan Ratna Sarumpaet.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA