Tuesday, 16 Ramadhan 1440 / 21 May 2019

Tuesday, 16 Ramadhan 1440 / 21 May 2019

Hasto Akui Kampanye Positif Sulit Diwujudkan 100 Persen

Senin 15 Oct 2018 19:17 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Andri Saubani

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto berbicara kepada wartawan di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (31/8).

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto berbicara kepada wartawan di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (31/8).

Foto: Republika/Bayu Adji P
PDIP mengutamakan kampanye yang mampu mendorong kecerdasan masyarakat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) berkomitmen terhadap penyelenggaraan kampanye damai. Oleh karena itu, PDIP memilih mengutamakan kampanye bermuatan konten positif. Kampanye positif dianggap mampu mendorong kecerdasan masyarakat dalam berdemokrasi.

"Kalau PDIP kami berkampanye yang positif kami membangun peradaban, kami mengangkat kebudayaan, martabat dan kehormatan bangsa," kata Sekertaris PDIP Hasto Kristianto ketika ditemui di posko pemenangan Cemara pada Senin (15/10).

Hasto mengakui komitmen kampanye positif tak bisa diwujudkan 100 persen. Namun PDIP berupaya untuk mewujudkannya. Metodenya lewat adu visi misi ketimbang isu bermuatan negatif terhadap seorang Capres atau Cawapres.

"Kita positif ya namanya 100 persen enggak ada lah tapi kita menandatangani kampanye damai. Kami adu gagasan, kami adu rekam jejak, kemudian konsepsi bagaimana masa depan Indonesia raya ini. itu yang kami sampaikan," ujarnya.

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menggelar Konsolidasi Nasional Pemenangan Pemilu 2019 di Hotel Bumi Wiyata Depok, Jawa Barat, Ahad (14/10). Di dalam sambutannya, Presiden PKS Sohibul Iman mempersilakan kader PKS untuk melakukan kampanye negatif.

"Silakan antum (anda) masuk ke negative campaign, cukup 20 persen," kata Sohibul di hadapan calon anggota legislatif PKS yang hadir di dalam konsolidasi tersebut.

Sohibul menjelaskan, kampanye negatif yang dimaksud adalah kampanye dengan mengangkat kelemahan lawan yang disertai dengan fakta. "Itu namanya negative campaign, itu boleh. sebab publik harus tahu calon ini apa kelemahannya," imbuhnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA