Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

Kiai Ma'ruf: Saya Belum Tua

Senin 22 Oct 2018 16:42 WIB

Red: Andri Saubani

KH Ma'ruf Amin

KH Ma'ruf Amin

Foto: Antara
Menurut WHO, seseorang dikatakan tua jika telah mencapai usia 80-100 tahun.

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA -- Cawapres nomor urut 01, Ma'ruf Amin, mengatakan, menurut Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO), seseorang dapat dikatakan berusia tua jika telah berusia 80-100 tahun. Atas dasar itu, Ma'ruf menyatakan, dia yang saat ini berusia 75 tahun belum termasuk kategori tua, melainkan setengah baya.

"Menurut WHO, yang namanya tua itu 80-100. Kalau 60-80, setengah baya. Berarti saya belum tua, masih setengah baya," ujar Ma'ruf dalam sambutannya dalam acara halaqah alim ulama dan silaturahim pengasuh pondok pesantren se-Jawa Barat, di Ponpes Cipasung, Tasikmalaya, yang dihadiri ribuan santri, Senin (22/10).

Dia juga kembali menekankan jika dibandingkan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad yang kini berusia 93 tahun, dia masih jauh lebih muda. Ma'ruf pun menjelaskan bahwa dia menjadi cawapres untuk menyiapkan landasan bagi generasi selanjutnya. Seperti cerita yang ia peroleh saat mengenyam pendidikan pesantren tentang seorang kakek tua.

"Saya teringat pendidikan di madrasah, ada cerita kakek-kakek yang menanam pohon. Kakek itu ditanya untuk apa menanam pohon, kan tidak bisa menikmati hasilnya. Kakek itu menjawab, saya menanam bukan untuk diri saya, tapi untuk generasi selanjutnya," kata Ma'ruf.

Dalam acara halaqah alim ulama, Kiai Ma'ruf disalami oleh para ulama dan kiai, termasuk Pengasuh Pondok Pesantren Cipasung, KH Abun Bunyamin Ruhiat. Ketua Panitia Peringatan Hari Santri 2018, KH Marsudi Syuhud, juga turut menyalami Kiai Ma'ruf.

Kemudian, Mustasyar PBNU ini menyampaikan tausiyah di depan 4.000 ulama dan kiai se-Jawa Barat. Dalam ceramahnya, Kiai Ma'ruf menganjurkan kepada ulama dan kiai untuk meningkatkan pembangunan pesantren.

Menurut Kiai Ma'ruf, pesantren ke depannya harus ditata dengan baik sehingga bisa melahirkan santri-santri yang mampu menghadapi tantangan zamannya. Kiai Ma'ruf berharap santri-santri itu ke depannya bisa memberikan solusi terhadap berbagai problem yang terjadi masyarakat.

"Karena itu, pondok pesantren harus kita bangun, kita tata, sehingga bisa melahirkan santri yang mampu menghadapi zamannya," ujar Kiai Ma'ruf.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA