Jumat, 21 Sya'ban 1440 / 26 April 2019

Jumat, 21 Sya'ban 1440 / 26 April 2019

Jabat Ketum PDIP, Megawati: Saya Sudah Lama Berharap Diganti

Kamis 15 Nov 2018 21:16 WIB

Rep: Rizkyan Adiyudha/ Red: Andri Saubani

 Pembukaan Pembekalan Caleg. Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyampaikan paparan pada Pembukaan Pembekalan Caleg DPR RI Gelombang 3 di DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Kamis (15/11).

Pembukaan Pembekalan Caleg. Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyampaikan paparan pada Pembukaan Pembekalan Caleg DPR RI Gelombang 3 di DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Kamis (15/11).

Foto: Republika/Wihdan
Minimnya perempuan dalam politik membuat Megawati merasa kesepian.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri mengungkapkan keinginannya untuk mundur dari kursi jabatan tertinggi partai. Hal itu diungkapkan putri presiden pertama RI saat memberikan sambutan dihadapan calon legislatif (caleg) partai, di Jakarta, Kamis (15/11).

"Memang saya kalau dilihat, perjalanan politik sudah cukup lama. Saya ketum parpol paling senior sekian lama belum diganti-ganti, padahal saya sudah lama berharap diganti," kata Megawati.

Megawati mengaku memiliki kesibukan lain di luar partai setelah diangkat Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Dia meminta, Sekretaris Jendral PDIP Hasto Kristiyanto untuk mengurus tugas kepartaian menggantikan dirinya.

Megawati, kemudian menghitung jumlah politikus perempuan yang konsisten turun sebagai politikus. Ia mengaku kesal, sebab tak ada perempuan yang berani turun sebagai politikus. Minimnya jumlah perempuan itu diakuinya membuat dirinya kesepian.

"Kalau dalam masalah politik, mulai saya hitung, perempuannya ada berapa ya. Biasanya saya justru tahu bahwa saya the only one perempuan yang ada. Jadi saya makin hari makin kesal pada diri saya sendiri, apa salahnya dengan saya dan perempuan Indonesia? Mengapa mereka ini tidak mau jadi tokoh politik seperti saya?" katanya.

Megawati menjabat sebagai ketua umum PDIP sejak partai tersebut masih bernama PDI pada 1993. Kursinya sempat digoyang oleh Soerjadi lewat Kongres Luar Biasa PDI pada 1996. Namun, Megawati tidak menerima hasil kongres itu dan akhirnya PDI di bawah kepemimpinannya berubah nama menjadi PDIP.

Sejak saat itu, kursi Megawati tidak pernah goyah. Pada Kongres PDIP 2015 di Bali, Megawati bahkan masih terpilih secara aklamasi. Hal itu, diakuinya membuktikan jika perjalanan politiknya sudah cukup lama hingga menjadi ketua unum partai yang paling senior.

"Sudah sekian lama belum diganti-ganti, padahal saya sudah sekian lama berharap diganti, karena umur saya yang sudah plus 17. Tapi hari ini pun malah ditambahi tugas untuk badan pembinaan ideologi pancasila. Kenapa ya? Kan itu pertanyaannya," katanya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA