Jumat, 14 Sya'ban 1440 / 19 April 2019

Jumat, 14 Sya'ban 1440 / 19 April 2019

Ulama Diharapkan Bisa Ciptakan Atmosfer Politik yang Sejuk

Jumat 23 Nov 2018 15:50 WIB

Rep: Inas Widyanuratikah/ Red: Andi Nur Aminah

Kepadatan jamaah pengajian UAS

Kepadatan jamaah pengajian UAS

Foto: dok istimewa
Masyarakat lebih suka ulama yang berdakwah secara lembut, tenang, santun, merangkul.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Eksekutif Tali Foundation, Jusman Dalle menilai, ulama baiknya menghadirkan atmosfer politik yang sejuk di tengah tensi politik yang sedang panas. Pasalnya, menurut dia saat ini masyarakat lebih menyukai ulama yang berdakwah secara lembut, tenang, santun dan merangkul.

Hal tersebut dibuktikan dengan survei dari LSI bertajuk 'Ulama dan Efek Elektoralnya' yang menempatkan Habib Rizieq Shihab di bawah Ustaz Abdul Somad, Ustaz M Arifin Ilham, Ustaz Yusuf Mansur dan Ustaz Abdullah Gymnastiar. Ia menilai, salah satu alasan saat ini Habib Rizieq memiliki citra negatif di masyarakat karena ulama yang berkutat dalam dunia politik hanya dipandang sebagai politisi.

Seringkali dengan munculnya ulama dalam dunia politik dikaitkan dengan politik identitas. Jusman mengatakan, keterlibatan umat di kancah politik bukan hal yang terlarang, bahkan umat Islam wajib peduli dengan kehidupan politik.

Hal yang menjadi persoalan, kata dia, ketika umat digiring secara emosional untuk mematut pada pilihan tertentu. Umat dicekoki doktrin-doktrin yang justru menutup nalar sehingga politik bukan menjadi panggung pencerahan.

"Mereka dibiarkan memilih secara jernih dan dipandu akal sehat yang berlandaskan pada prinsip-prinsip agama yang dianut dan diyakini," kata dia, dalam keterangan tertulis, Jumat (23/11).

Saat ini, umat Islam justru butuh dibimbing dan dicerahkan. Oleh karena itu, Jusman berharap di tengah situasi politik yang tegang dan penuh letupan, ulama dituntut hadir meniupkan petuah yang menciptakan atmosfer politik yang sejuk.

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA