Tuesday, 16 Safar 1441 / 15 October 2019

Tuesday, 16 Safar 1441 / 15 October 2019

Basarah Dilaporkan ke Bawaslu Soal 'Soeharto Guru Korupsi'

Rabu 05 Dec 2018 16:19 WIB

Rep: Dian Erika Nugraheny/ Red: Ratna Puspita

Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Ahmad Basarah

Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Ahmad Basarah

Foto: Republika TV/Havid Al Vizki
Pelapor menyatakan Basarah sebagai juru bicara TKN melakukan tindakan tak terpuji.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemuda Peduli Soeharto melaporkan Wakil Sekjen PDIP, Ahmad Basarah ke Bawaslu. Laporan ini terkait dengan pernyataan Basarah yang menyebut mantan Presiden Soeharto sebagai 'Guru Korupsi'. 

Menurut pelapor, Oktoberiandi, Basarah diduga melanggar pasal 280 ayat (1) huruf c UU Pemilu Nomor 7 Tahun 2017. "Kami duga beliau melanggar aturan pemilu," kata Oktoberiandi di Kantor Bawaslu, Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (5/12). 

Baca Juga

Pasal tersebut melarang pelaksana, peserta atau tim kampanye melakukan penghinaan kepada seseorang, agama, suku, ras, calon dan/atau peserta pemilu lain. Oktoberiandi juga menegaskan Soeharto tidak pernah melakukan korupsi. 

"Pak Harto disebut 'Guru Korupsi' di negeri ini, padahal semua orang tahu bahwa selama 20 tahun proses reformasi beliau tidak pernah diputus secara inkrah sebagai pelaku korupsi, apalagi menjadi guru korupsi. Apalagi yang dijadikan dasar adalah Ketetapan MPR Nomor 11 Tahun 1998 pasal 4," kata Oktoberiandi. 

Menurut dia, dalam pasal tersebut tidak ada secara eksplisit mengatakan bahwa kata-katanya Soeharto sebagai guru korupsi. "Pernyataan itu sangat melukai hati kami, melukai hati masyarakat," ujar ketua umum Angkatan Muda Partai Berkarya itu.

Oktoberiandi berharap Bawaslu dapat menginvestigasi permasalahan ini. Sebab, ia mengatakan, Basarah sebagai salah satu juru bicara Tim Kampanye Nasional dari Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin melakukan tindakan tidak terpuji.

"Menurut kami tidak terpuji baik sebagai tim kampanye, pelaksana dan juga peserta pemilu, beliau juga pejabat negara di negeri ini," kata dia.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA