Thursday, 18 Ramadhan 1440 / 23 May 2019

Thursday, 18 Ramadhan 1440 / 23 May 2019

Kiai Ma'ruf: Satu Hari tak Bertemu Wartawan, Saya Pusing

Kamis 06 Dec 2018 18:12 WIB

Red: Ratna Puspita

Calon Wakil Presiden no urut satu, Ma'aruf Amin memberikan keterangan dalam jumpa media di Jakarta, Kamis (6/12). Ma'aruf Amin menggelar pertemuan dengan media untuk bediskusi dan memberikan pernyataan terkait isu yang berkembang.

Calon Wakil Presiden no urut satu, Ma'aruf Amin memberikan keterangan dalam jumpa media di Jakarta, Kamis (6/12). Ma'aruf Amin menggelar pertemuan dengan media untuk bediskusi dan memberikan pernyataan terkait isu yang berkembang.

Foto: Republika/Iman Firmansyah
Kiai Ma'ruf mengatakan ingin bertemu wartawan agar bisa menyampaikan isu positif.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 01 KH Ma'ruf Amin membenarkan ingin selalu bertemu dengan wartawan. Ia menjelaskan keinginan bertemu wartawan agar bisa menyampaikan isu-isu positif dan membangun. 

"Saya satu hari tidak bertemu wartawan, sudah pusing saya. Karena saya biasa menyampaikan 'uneg-uneg', melontarkan isu, tentu yang positif dan konstruktif," ujar Ma'ruf saat menerima media di rumahnya Jalan Situbondo, Jakarta, Kamis (6/12) petang. 

Dia meminta maaf belakangan ini dirinya tidak bisa menemui wartawan, karena dirinya diminta dokter untuk beristirahat di rumah. Ma'ruf menjelaskan sebetulnya sudah lama kakinya terkilir, tetapi dia tetap melakukan kegiatan ke daerah.

Namun, dokter akhirnya menyarankan dirinya beristirahat untuk memulihkan kaki yang terkilir itu. "Saya biasa ke mana-mana. Ketika saya harus istirahat dulu, batin saya ingin melompat, ingin bergerak," kata Ma'ruf.

Pada kesempatan itu Ma'ruf sekaligus mengklarifikasi kabar yang menyebut dirinya sedang sakit. Dia menekankan dirinya tidak sakit dan tidak sedang dirawat di rumah sakit layaknya kabar yang sempat beredar. 

"Saya hanya terkilir, dan itu biasa. Jangankan orang tua, anak muda juga bisa terkilir," kata dia. 

Ma'ruf juga menjelaskan alasan dirinya tampak lebih kurus dari sebelumnya. Dia mengaku sedang menjalani diet untuk menyeimbangkan bobot tubuh dengan tinggi badannya. 

"Dulu saya gemuk. Dokter bilang coba dikuruskan. Dulu berat badan saya 70 kg, tinggi saya cuma 156 cm, terlalu gemuk. Maka saya sedikit-sedikit menguruskan diri supaya lebih langsing," jelasnya. 

Ma'ruf menyampaikan selama masa pemulihan kaki terkilir, dirinya tetap menerima kunjungan tamu serta relawan di rumahnya. Dia mengatakan akan kembali beraktivitas seperti biasa dalam waktu dekat.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA