Friday, 14 Sya'ban 1440 / 19 April 2019

Friday, 14 Sya'ban 1440 / 19 April 2019

Waketum PAN Minta Goenawan Cs Saling Menghormati

Rabu 26 Dec 2018 18:57 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Bayu Hermawan

Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi Viva Yoga Mauladi.

Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi Viva Yoga Mauladi.

Foto: Republika/Iman Firmansyah
Waketum PAN menanggapi surat terbuka sejumlah pendiri PAN agar Amien Rais mundur.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Umum PAN Viva Yoga Mauladi meminta para pendiri PAN saling menghormati dan tabayyun satu sama lainnya. Hal itu disampaikan terkait adanya surat terbuka sejumlah pendiri PAN yang ditujukan kepada Amien Rais untuk mundur dari PAN.

Viva menilai, perbedaan pemikiran antara para pendiri PAN adalah hal yang wajar. Karena seiring waktu, sangat mungkin ada perbedaan pemikiran dalam memahami proses sosial politik yang juga akan membawa konsekuensi pada perbedaan pilihan politik.

"Jika para pendiri partai berbeda dalam pilihan politik, apa yang harus mereka lakukan? Saling menghujat? Saling menegasikan?Saling meniadakan? Untuk itu, saling menghormati dan tabayyun adalah sikap yang bijak," ujar Viva dalam keterangannya, Rabu (26/12).

Menurutnya, persoalan politik kepartaian, seharusnya memercayakan kepada pengurus partai. Ia menilai jika ada keperbedaan, maka sebaiknya nasehatilah dnegan kebajikan. Viva melanjutkan, namun tidak dengan mengumbar keperbedaan pemikiran dan pilihan politik di publik. Karena hal tersebut sebagai sikap yang baik untuk membantu partai dalam mempersiapkan perjuangan di pemilu 2019.

"Jika tidak dapat membantu perjuangan partai dalam logistik, maka membantu partai dalam pemikiran dan sikap adalah suatu perbuatan yang bijak dan mulia," kata Viva.

Menurutnya, permintaan agar Amien Rais mundur juga tidak tepat, lantaran selama ini Ketua Dewan Kehormatan PAN itu telah memberikan kontribusi bagi perjuangan demokrasi. Apalagi, Amien Rais dipilih kongres PAN di Bali sebagai Ketua Dewan Kehormatan PAN.

"Jika ada perbedaan pemikiran dan pilihan, bertemulah. Untuk kangen-kangenan. Saling mendekatkan hati. Seperti masa awal reformasi 1998 lalu," kata dia.

Sebelumnya, pendiri PAN meminta Amien Rais mundur dari kepengurusan PAN dan kiprah politik praktis PAN sehari-hari. Hal itu tertuang dalam surat terbuka para pendiri PAN atas nama Abdillah Toha, Albert Hasibuan, Goenawan Mohammad, Toeti Heraty, dan Zumrotin yang dirilis tertanggal Rabu (26/12).

Dalam surat terbuka tersebut, mereka menilai selama ini Amien Rais seringkali melakukan kiprah dan manuver politik yang tidak sejalan dengan prinsip-prinsip PAN. "Sudah saatnya Saudara mengundurkan diri dari kiprah politik praktis sehari-hari, menyerahkan PAN sepenuhnya ke tangan generasi penerus," tulis para pendiri dalam surat terbuka yang telah dikonfirmasi langsung kepada Goenawan Mohammad tersebut, Rabu (26/12).

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA