Tuesday, 22 Syawwal 1440 / 25 June 2019

Tuesday, 22 Syawwal 1440 / 25 June 2019

BPN Minta KPU Tetap Gelar Paparan Visi-Misi oleh Paslon

Rabu 02 Jan 2019 13:38 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Muhammad Hafil

Logo KPU

Logo KPU

Foto: beritaonline.co.cc
TKN menghendaki pemaparan visi dan misi cukup dilakukan oleh tim sukses.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Wakil Ketua Dewan Penasehat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Hidayat Nur Wahid menyayangkan sikap Komisi Pemilihan Umum (KPU). Terutama, soal rencana KPU yang hendak meniadakan acara sosialisasi visi dan misi serta program kerja calon presiden-wakil presiden oleh kedua pasangan calon (paslon).

Menurut Hidayat, sikap KPU yang tidak mendorong semua capres maupun cawapres menyampaikan visi dan misi serta program kerja secara langsung dan terbuka tidaklah tepat.

"Kita sayangkan KPU mewacanakan nanti paparan program capres dan cawapres itu bisa digusur dan tidak diselenggarakan, menurut saya ini satu hal yang sangat bermasalah," ujar Hidayat di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (2/1).

Menurutnya, seharusnya capres dan cawapres diberi ruang untuk menyampaikan secara terbuka visi dan misi serta program kerja. Dengan begitu, masyarakat dapat mengetahui visi dan misi serta program kerja sang capres maupun cawapres tersebut sebelum debat capres dilakukan.

Sehingga saat debat capres berlangsung, maka rakyat sudah memiliki bekal apa yang hendak diperdebatkan pasangan capres dan cawapres.

"Jadi mereka bisa mengukur ini yang diperdebatkan sesuai nggak dengan visi-misi yang disampaikan kepada publik," ujar Hidayat.

Hidayat juga mempersoalkan sikap KPU yang tidak mendorong semua kubu untuk menyampaikan visi dan misi serta program kerja oleh para capres maupun cawapres. Itu karena, acara sosialisasi terancam dibatalkan jika tidak ada kesepakatan kedua belah pihak.

Sementara kubu Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf menghendaki pemaparan visi dan misi serta program kerja cukup dilakukan oleh tim sukses. "Justru KPU malah sepertinya mendorong mewacanakan nggak usah saja itu disampaikan (capres/cawapres), oleh timses saja, lho ini kan bukan pemilihan timses tapi pemilihan oleh capres dan cawapres," ujarnya.

Wakil Ketua Majelis Syuro PKS itu juga kembali menegaskan pemaparan visi dan misi serta program kerja oleh capres dan cawapres untuk mengukur sejauh mana penguasaan capres dan cawapres terhadap visi dan misi serta program kerja mereka.

"supaya dari situ bisa diukur ini capres cawapres, betul betul punya visi dan misi atau program nggak? jangan-jangan cuma hanya dibuatkan orang lain, kalau dibuatkan orang lain, dia bisa nggak paham dan nggak ngerti," kata dia.

Sebelumnya, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Arief Budiman mengungkap sosialisasi visi dan misi serta program kerja calon presiden-wakil presiden terancam dibatalkan. Itu jika kubu Jokowi-Ma'ruf Amin maupun Prabowo Subianto-Sandiaga Uno belum mencapai kata sepakat terkait konsep penyampaian sosialisasi visi dan misi kandidat digelar pada 9 Januari 2019.

"Pokoknya bagi KPU kalau belum sepakat tidak usah diselenggarakan," ujar Arief di kantornya, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (28/12).

Namun diketahui hingga saat ini TKN Jokowi-Ma'ruf dan BPN Prabowo-Sandi belum bersepakat perihal konsep acara. Kubu TKN Jokowi-Ma'ruf menganggap visi misi yang disampaikan cukup dipaparkan oleh tim sukses. Sementara BPN Prabowo-Sandi ingin penyampaian visi misi tidak hanya disampaikan oleh tim sukses, tetapi juga pasangan calon juga menyampaikan dalam acara tersebut.

"Yang satu minta tim saja, yang satu boleh tim dan boleh paslon," kata Arief.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA