Monday, 15 Ramadhan 1440 / 20 May 2019

Monday, 15 Ramadhan 1440 / 20 May 2019

Survei LRP: Elektabilitas PDIP Tertinggi

Ahad 06 Jan 2019 16:12 WIB

Red: Bayu Hermawan

Logo PDIP (ilustrasi).

Logo PDIP (ilustrasi).

Foto: blogspot.com
Survei LRP menunjukan elektabilitas PDIP berada diangka 31,2 persen

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Survei yang dilakukan Lembaga Riset Publik (LRP) menunjukkan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) memperoleh elektabilitas tertinggi dibandingkan partai politik lain, yaitu sebesar 31,2 persen. Partai Gerindra berada diposisi kedua dengan elektabilitas 17 persen.

"Kami menanyakan kepada responden, jika pemilu anggota legislatif dilakukan hari ini, partai politik mana yang dipilih? Hasilnya sebanyak 31,2 persen memilih PDI Perjuangan," kata Direktur Riset LRP Arvan Maulana dalam konferensi pers di Jakarta, Ahad (6/1).

Arvan menjelaskan alasan pemilih menentukan pilihannya terhadap PDIP karena partai tersebut dianggap berpihak pada rakyat kecil atau sebesar 23,8 persen. Arvan mengatakan bahwa Partai Gerindra menduduki urutan kedua dengan elektabilitas sebesar 17 persen, diikuti Partai Golkar di posisi ketiga dengan 7,2 persen.

"Gerindra dan Golkar dianggap memiliki visi, misi, dan program yang bagus atau sebesar 26,5 persen," ujarnya.

Di posisi keempat dan kelima, adalah Partai Demokrat dan PKB dengan elektabilitas masing-masing 5,3 persen. Ia mengatakan bahwa Partai Demokrat dipilih karena pemilih suka dengan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan PKB dipilih karena dianggap mewakili kepentingan umat Islam.

Elektabilitas parpol lainnya adalah Partai NasDem (3,3 persen), PKS (3 persen), PAN (2,9 persen), PPP (2,8 persen), PBB (2,5 persen), Hanura (1,9 persen), Partai Perindo (1,5 persen), PSI (1,2 persen), PKPI (0,8 persen), Partai Berkarya (0,5 persen), dan Partai Garuda (0,4 persen).

Selain itu, menurut dia, survei LRP juga menemukan fenomena bahwa PDIP menjadi parpol yang mengalami kenaikan paling signifikan, yaitu 2,7 persen dalam 2 bulan terakhir, yaitu dari 28,5 persen pada bulan Oktober 2018, menjadi 31,2 persen pada bulan Desember 2018.

"Parpol kedua yang juga mengalami peningkatakan adalah PBB mencapai 1,2 persen, yaitu dari 1,3 persen pada bulan Oktober 2018 menjadi 2,5 persen pada bulan Desember 2018," katanya.

Arvan menjelaskan bahwa parpol lain tren kenaikannya di bawah 1 persen. Ia menyebutkan empat parpol yang justru mengalami penurunan elektabilitas, yaitu Gerindra, PKB, Partai NasDem, dan Perindo.

Survei tersebut melibatkan 1.200 responden di 34 Provinsi di Indonesia yang telah memiliki hak pilih dengan teknik "multistage random sampling". "Margin of error" survei tersebut diperkirakan kurang lebih 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan pengumpulan data lapangan dilakukan pada pekan keempat Desember 2018.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA