Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

KPAI: 7 Juta Pemilih Pemula Terancam Kehilangan Suara

Rabu 09 Jan 2019 03:00 WIB

Rep: Inas Widyanuratikah/ Red: Muhammad Hafil

KPAI

KPAI

Foto: dok KPAI
Banyak anak sudah berusia 17 tahun saat pemilu namun belum punya KTP-El.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengatakan ada kurang lebih 7 juta anak yang berpotensi kehilangan hak pilih pada Pemilu 2019 mendatang. Pada hari pemilu, anak-anak tersebut sudah berusia 17 tahun sementara belum memiliki KTP-el.

Komisioner KPAI, Jasra Putra menuturkan, anak-anak tersebut belum memiliki KTP-el sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan hak pilih. Terkait hal ini, KPAI telah menandatangani nota kesepahaman dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

"Bawaslu tentu diharapkan bisa mengambil langkah strategis terkait hal ini," kata Jasra, di Kantor KPAI, Jakarta Pusat, Selasa (8/1). 

Tahun ini, KPAI juga fokus terhadap anak dan kegiatan kampanye menjelang pemilu. Sebab, anak rentan disalahgunakan menjadi bagian dalam aktivitas kampanye. Menggunakan anak dalam aktivitas kampanye melanggar Undang-undang perlindungan anak. 

"Kerentanan anak sebagai korban penyalahgunaan anak dalam kegiatan politik cukup tinggi," kata dia.

KPAI pun telah berupaya melakukan berbagai proses terkait anak dan pemilu. Beberapa waktu lalu, KPAI sudah mengundang pimpinan partai politk untuk menandatangani komitmen bersama untuk tidak mengajak anak dalam aktivitas kampanye. 

Selain itu, KPAI juga telah memberikan masukan kepada KPU, serta memanggil tim pemenangan kedua pasangan calon untuk penyamaan persepsi. KPAI juga terus megimbau kepada partai politik dan publik agar tidak menyalahgunakan anak dalam kegiatan politik.

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA