Friday, 14 Sya'ban 1440 / 19 April 2019

Friday, 14 Sya'ban 1440 / 19 April 2019

Alvara: Jokowi-Ma'ruf 54,3 Persen, Prabowo-Sandi 35,1 Persen

Jumat 11 Jan 2019 18:00 WIB

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Andri Saubani

CEO Alvara Research Center Hasanuddin Ali memberikan paparanya saat rilis survei nasional ' 3 Kunci Kemenangan Pilpres 2019 di Jakarta, Ahad (26/8). Dalam survei tersebut Hasanuddin Ali menjelaskan terdapat tiga kunci untuk memenangkan kontestasi Pilpres 2019 yaitu Pemilih Jasamu (Jawa-Sumatra), Pemilih Muda (Gen Z- Millenial), serta Pemilih Muslim.

CEO Alvara Research Center Hasanuddin Ali memberikan paparanya saat rilis survei nasional ' 3 Kunci Kemenangan Pilpres 2019 di Jakarta, Ahad (26/8). Dalam survei tersebut Hasanuddin Ali menjelaskan terdapat tiga kunci untuk memenangkan kontestasi Pilpres 2019 yaitu Pemilih Jasamu (Jawa-Sumatra), Pemilih Muda (Gen Z- Millenial), serta Pemilih Muslim.

Foto: Republika/Mahmud Mahyuddin
Tren elektabilitas Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandi tidak alami perubahan signifikan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Alvara Research Center merilis hasil survei di seluruh Indonesia yang digelar dari 11-24 Desember 2018. CEO & Founder Alvara, Hasanuddin Ali menuturkan, tren elektabilitas capres-cawapres baik Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin maupun Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tidak mengalami perubahan yang signifikan.

Hasanuddin menjelaskan, pada survei Desember 2018, dengan pertanyaan jika pilpres diadakan hari ini, maka didapatkan bahwa elektabilitas Jokowi-Ma'ruf 54,3 persen dan Prabowo-Sandiaga 35,1 persen dengan jumlah undecided voters 10,6 persen. "Bila dilihat dari soliditas pemilih, yaitu pemilih yang tidak mungkin berubah, lebih dari 60 persen pemilih Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandiaga juga menyatakan tidak akan merubah pilihannya," kata dia dalam keterangan pers, Jumat (11/1).

Jika dibandingkan dengan survei-survei sebelumnya, papar Hasanuddin, naik turunnya selisih elektabilitas di antara kedua pasangan calon cenderung tidak berubah. Sebab, selalu berada di bawah margin error.

"Saat ini, pemilih sudah makin mengkristal menentukan pilihannya, hal ini juga terlihat dari semakin tingginya pemilih yang tidak merubah pilihan," ujar dia.

Riset ini menggunakan multi-stage random sampling dengan melakukan wawancara terhadap 1.200 responden yang berusia 17 tahun ke atas. Sampel diambil di seluruh 34 Provinsi di Indonesia, dengan jumlah sampel tiap provinsi proporsional terhadap jumlah penduduk.

Rentang margin of error sebesar 2,88 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Sebelumnya, Alvara juga telah melakukan survei nasional di bulan Agustus 2018 dan Oktober 2018. Dari hasil studi yang dilakukan dari waktu ke waktu, tidak ada pergeseran persepsi terhadap citra dari tokoh capres-cawapres.

Prabowo dipersepsikan tegas dan berwibawa. Jokowi sebagai tokoh pekerja keras dan program nyata. Sandiaga sebagai tokoh yang memahami masalah ekonomi dan mampu melakukan perubahan. Ma'ruf Amin sebagai tokoh religius dan jujur.

"Yang menarik, Jokowi secara persepsi lebih dekat dengan Sandiaga," jelas Hasanuddin.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA