Monday, 17 Sya'ban 1440 / 22 April 2019

Monday, 17 Sya'ban 1440 / 22 April 2019

TKN Kecewa dengan Pernyataan Amien Rais

Rabu 16 Jan 2019 17:09 WIB

Rep: Rizkyan Adiyudha/ Red: Andri Saubani

Politikus senior, Amien Rais

Politikus senior, Amien Rais

Foto: RepublikaTV/Havid Al Vizki
Amien Rais sebelumnya menganggap Pemerintahan Jokowi adalah rezim otoriter.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja (TKN KIK) mengaku kecewa dengan pernyataan Amien Rais terkait pemerintahan saat ini yang dinilai otoriter. Hasto menilai, pernyataan itu sangat tidak pantas untuk dilontarkan seorang pemimpin.

"Peryataan Amien Rais tidak menunjukkan kualifikasi kepemimpinan yang sesuai dengan peribahasa. Seharusnya makin dewasa seseorang makin luaslah kebijaksanaannya," kata Sekretaris TKN KIK Hasti Kristiyanto di Jakarta, Rabu (16/1).

Hasto mengatakan, pernyataan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu tidak mencerminkan sebagai tokoh bangsa. Dia berpendapat, seorang tokoh bangsa seharusnya bangsa baik dalam bertutur kata dan memberikan pernyataan.

Menurut Hasto, Amien Rais yang tinggal di Yogyakarta itu seharusnya memiliki nilai-nilai kesantunan yang bisa diteladani. Namun, Sekretaris Jendral Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini melanjutkan, nilai-nilai tu tidak masuk dalam diri mantan ketua MPR terebut.

"Terlebih dengan ancaman untuk menggeruduk KPU dan kemudian memasukkan skenario curang, itu adalah sebuah ilusi atas berbagai ekpresi ketika seluruh lembaga survei menyatakan eletoral Jokowi-Ma'ruf terus melesat tinggi," katanya.

Sebelumnya, Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (BPN) Amien Rais menganggap Pemerintahan Presiden Joko Widodo merupakan rezim otoriter. Menurut Amien, prinsip demokrasi yang diinginkan saat era reformasi 1998 dulu telah berubah isi dan arahnya.

Amien menilai pemerintahan Presiden Jokowi saat ini berupaya untuk memecah belah partai-partai oposisi pemerintah. Dengan begitu, oposisi menjadi ketakutan terhadap pemerintah.

Dia melanjutkan, rezim otritarian juga terlihat dari upaya pemerintah untuk menguasai mayoritas media massa untuk dapat digunakan guna membentuk opini masyarakat. Dia meneruskan, ciri lainnya adalah dengan keberadaan kasus-kasus korupsi berskala besar yang melibatkan unsur pemerintah.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA